BERITA TERKINI

Berikut Sejarah dan Inisiator Berdirinya PPDI Sumsel

×

Berikut Sejarah dan Inisiator Berdirinya PPDI Sumsel

Sebarkan artikel ini
Berikut Sejarah dan Inisiator Berdirinya PPDI Sumsel
Inisiator PPDI Sumsel, Abdul Hamid Abdullah. (Ist)

MATTANEWS.CO, BANYUASIN – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) merupakan organisasi profesi perangkat desa yang terbesar di Indonesia. Berdirinya PPDI tak luput dari inisiatif perangkat daerah yang ada di Indonesia, tak terkecuali dari Sumatera Selatan (Sumsel).

Sejarah terbentuknya PPDI secara nasional lahir pada, 17 Juni 2006 yang ditandai dengan Musyawarah Nasional (Munas) di Tegal, Jawa Tengah (Jateng). Kemudian, 21 hingga 23 Januari 2011 diselenggarakan Munas ke-2 di Baturaden, Purwokerto, Jateng. Pada saat itulah PPDI Sumsel juga diresmikan, atau setelah 5 tahun berdirinya PPDI Nasional.

Pertamakali berdirinya PPDI Sumsel, tidak dapat lepas dari peran besar, sang inisiator Abdul Hamid Abdullah, S.Pd., yang berasal dari Desa Upang Ceria, Banyuasin, Sumsel.

Hal itu bermula ketia ia, diberi Surat Mandat langsung dari PP PPDI dengan Nomor : 0020/PP.PPDI/2011. Dalam rangka menginformasikan dan mengembangkan organisasi PPDI sampai dengan terbentuknya organiasi PPDI diwilayah se-Sumsel. tertanggal 14 Februari 2011, oleh Ketua Umum PP PPDI, saat itu Ubaedi Rosyidi SH.

”Setelah saya mendapat mandat tersebut, saya segera menjalankan amanah yang saya terima dengan penuh semangat dan dengan segala kemampuan yang ada,” kata Abdul Hamid Abdullah.

Kemudian ia menginformasikan dan mengajak rekan-rekan seprofesi untuk bergabung membentuk PPDI di tingkat Kabupaten Banyuasin, maupun di tingkat Sumsel. Mulai dari berjalan secara door to door ke kantor-kantor desa. Ia bertamu ke kediaman rekan-rekan seprofesi, dan mendatangi tiap Kepala Desa.

“Saya mengundang rekan-rekan seprofesi untuk berkumpul dan berdiskusi baik yang dari lingkungan kecamatannya sendiri maupun dari luar Kecamatan dan kabupaten. Dari hasil sosialisasi tentang PPDI tersebut, ada yang merespon positif dan siap sedia bergabung. Akan tetapi, tak sedikit pula yang hanya mengiakan namun tak ada respon, bahkan banyak pula yang mencibir,” jelas Abdul Hamid Abdullah.

Dengan segala upaya dan kegigihannya, ia terus merangkul seprofesinya rekan-rekan perangkat desa di Sumsel untuk bergabung dan membentuk PPDI Sumsel. Berkat perjuangan tanpa kenal lelah, ia kemudian berkenalan dengan M Joni dari Ogan Ilir,  Hasanudin dari Muba, Apriadi dari Muara Enim, Nata Biro Hiri dari Lahat dan Jauhari dari OKI.

Bisa dikatakan, mereka berenam inilah para Pendiri PPDI Sumsel. Selanjutnya mereka mengagendakan pertemuan di Palembang untuk berdiskusi dan membahas rencana pembentukan serta deklarasi PPDI Sumsel.

“Tepat pada Sabtu, 12 Maret 2011, menjadi sejarah atas terbentuknya PPDI Sumsel yang didasari dengan terselenggaranya Musyawarah Wilayah (MUSWIL) Ke-I di Upang Ceria, Banyuasin,” papar Abdul Hamid Abdullah.

Dimana dalam MUSWIL tersebut, turut dihadiri oleh perwakilan perangkat desa dari 6 Kabupaten. Yaitu Banyuasin, Muba, Ogan Ilir, Muara Enim, Lahat, dan OKI. Dengan berpedoman pada tata tertib Muswil PPDI Sumsel perdana. Maka, pemilihan Ketua Umum PPDI Sumsel dilakukan secara mufakat.

Dimana, pada pemilihan itu ia terpilih untuk memimpin PPDI Sumsel masa bakti 2011 hingga 2016. Kemudian terbit Surat Keputusan PP.PPDI Nomor : SKEP.007/PP.PPDI/2011, tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Masa Bhakti 2011-2016, tertanggal 12 April 2011.

Hal itu dibenarkan oleh mantan Sekretaris Umum PPDI Sumsel masa bakti 2011 hingga 2016 M Joni. Saat dihubungi oleh awak media, Joni mengakui bahwa PPDI Sumsel telah berdiri dan terbentuk sejak tahun 2011 lalu.

“Kami mengantungi Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Badan Kesbangpol dan Linmas Provinsi Sumsel dengan Nomor: 220/1469/Ban.Kesbangpol&Linmas/2012, tertanggal 28 Desember 2012,” tukasnya. (*)