MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Pemerintah Desa (Pemdes) Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, menggelar bersih desa menampilkan pagelaran wayang kulit dengan dalang kondang Ki Eko Kondho Prisdianto dan lawakan Jo-Klithik dan Jo-Klutuk, Rabu (10/7/2024).
Ribuan warga turut menyaksikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk, yang berlangsung di halaman kantor desa setempat pada Selasa (9/7/2024) malam.
Saat dijumpai, Kepala Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Suyahman mengatakan, pementasan wayang kulit dalam bersih desa kali ini mengambil lakon Wahyu Katentreman.
“Bersih Desa tahun 2024 menggelar wayang kulit semalam suntuk, dengan harapan menghibur masyarakat sekaligus mendongkrak para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Tulungagung, khususnya Desa Tanggung dan sekitarnya, Lakon Wahyu Katentreman,” tutur Mbah Tanggung lebih akrab disapa itu.
Dia menambahkan, pagelaran wayang kulit adalah bagian dari warisan budaya Indonesia yang harus dijaga dan lestarikan.
Melalui lakon Wahyu Katentreman, lanjutnya, berharap pesan moral yang terkandung dapat sampai ke hati setiap warga Desa Tanggung dan sekitarnya yang hadir menyaksikan.
“Filosofi dari cerita lakon Wahyu katentreman ini supaya kita jangan sampai melupakan adat budaya agar kita selalu dalam rahmatnya. Alhamdulillah, pagelaran wayang kulit berjalan aman dan kondusif. Selain itu juga meninggalkan kesan mendalam bagi semua warga Desa Tanggung dan sekitarnya yang hadir menyaksikan,” tuturnya.
Menurutnya, pagelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Katentreman ini mampu menyatukan generasi muda dan tua dalam apresiasi seni dan kearifan lokal.
Lebih lanjut Mbah Tanggung menjelaskan, kegiatan Bersih Desa merupakan kearifan lokal yang menjadi tradisi turun temurun dalam kebudayaan masyarakat khususnya di tanah Jawa.
Bersih Desa, jelas dia, merupakan selamatan atau upacara adat Jawa untuk memberikan sesaji kepada danyang desa. Sesaji berasal dari warga untuk menyumbangkan makanan.
“Bersih desa dilakukan oleh masyarakat dusun untuk membersihkan desa dari roh-roh jahat yang mengganggu. Maka sesaji diberikan kepada danyang, karena danyang dipercaya sebagai penjaga sebuah Desa. Adapun tradisi Bersih Desa sebagai upacara adat memiliki makna spiritual di baliknya. Bersih Desa bertujuan untuk mengungkapkan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang didapat. Selanjutnya, upacara bersih desa bertujuan untuk memohon perlindungan dari hal-hal negatif dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.














