EKONOMI & BISNIS

BI Sulbar Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Sulbar Kembali Akseleratif di Triwulan Berikutnya

×

BI Sulbar Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Sulbar Kembali Akseleratif di Triwulan Berikutnya

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, SULBAR – Mengangkat tema, “Sinergi dan kolaborasi dengan media dalam rangka diseminasi perekonomian terkini”, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar kegiatan SIPAKADA MEDIA, di Cafe Ruang Rindu, Mamuju, Jumat (8/5/2026).

Pada kesempatan itu kepala perwakilan BI Sulbar, Eka Putra Budi Nugroho menyebutkan kondisi perekonomian Sulawesi Barat pada triwulan I tahun 2026 masih menunjukkan tren positif meski mengalami perlambatan dibanding triwulan sebelumnya.

Eka Putra mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Sulbar pada triwulan I 2026 tercatat berada di angka 5,33 persen. Angka tersebut dinilai masih cukup baik karena tetap berada di atas lima persen dan melanjutkan tren pertumbuhan positif daerah.

“Sulbar pada triwulan I 2026 ini masih tumbuh positif dan bagus dalam konteks ini karena range pertumbuhannya masih berada di atas 5 persen yaitu sekitar 5,33 persen,” ujar Eka Putra.

Meski demikian, ia mengakui pertumbuhan ekonomi Sulbar mengalami perlambatan dibanding triwulan IV tahun 2025. Namun kondisi tersebut disebut sebagai bagian dari siklus ekonomi tahunan yang umum terjadi di Sulbar dalam dua tahun terakhir.

Menurutnya, perlambatan dipengaruhi beberapa sektor utama, terutama perikanan dan perkebunan yang menjadi penopang ekonomi daerah.

Pada sektor perikanan, aktivitas produksi mengalami kontraksi akibat tingginya gelombang laut pada Januari hingga Februari yang membatasi aktivitas melaut nelayan.

“Karakteristik nelayan Sulbar pada triwulan pertama memang menghadapi ombak tinggi sehingga aktivitas melaut relatif terbatas. Ini mempengaruhi output produksi sektor perikanan,” ujarnya.

Selain itu, sektor perkebunan sawit juga mengalami perlambatan akibat proses peremajaan tanaman atau replanting yang dilakukan sejumlah perusahaan untuk menjaga produktivitas jangka panjang.

Tak hanya sawit, komoditas kakao juga mengalami penurunan produksi pada triwulan pertama sesuai siklus panen komoditas tersebut.

Di tengah perlambatan sektor produksi, BI Sulbar menilai konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Aktivitas belanja masyarakat disebut masih cukup kuat dan terjaga.

“Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga di Sulbar masih terakselerasi. Ini memberikan indikator bahwa aktivitas masyarakat masih terjaga dengan baik,” ujarnya.

Selain pertumbuhan ekonomi, BI Sulbar juga mencatat kondisi inflasi daerah masih terkendali. Hingga April 2026, inflasi Sulbar tercatat sebesar 1,66 persen secara year on year (yoy), sementara inflasi year to date berada di angka 1,33 persen.

Angka tersebut masih berada dalam rentang target inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus minus satu persen.

“Dengan inflasi sampai April berada di angka 1,33 persen secara year to date, kami melihat kondisi ini masih sangat terjaga dan terkendali,” jelasnya.

Namun demikian, BI Sulbar mencatat tarif angkutan udara menjadi salah satu faktor yang cukup mempengaruhi inflasi di Sulbar selama April 2026. Kenaikan harga tiket penerbangan dari Mamuju ke sejumlah daerah seperti Makassar dan Balikpapan disebut mengalami peningkatan cukup signifikan.

BI Sulbar optimistis pertumbuhan ekonomi Sulbar akan kembali mengalami akselerasi pada triwulan berikutnya seiring membaiknya aktivitas sektor perikanan dan perkebunan.

Selain itu, sektor konstruksi juga dinilai berpotensi menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui berbagai proyek pembangunan yang berjalan di Sulawesi Barat.

“Yang paling penting sebenarnya bagaimana pertumbuhan ekonomi ini berdampak inklusif dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutup Eka Putra.

Penulis: Edo