BERITA TERKINI

Bicara Pendidikan, Kepala SMPN 1 Kedungwaru Tulungagung Sebut Jantung Pertama Kurikulum, Ada Apa?

×

Bicara Pendidikan, Kepala SMPN 1 Kedungwaru Tulungagung Sebut Jantung Pertama Kurikulum, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini
Kepala SMP Negeri 1 Kedungwaru Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Dr. Hj. Sri Wahyuni, M.Pd., di kantornya, Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Dr. Hj. Sri Wahyuni, M.Pd., menyebut dunia pendidikan itu jantung pertama adalah kurikulum.

Kurikulum merupakan sebuah rencana pengaturan mengenai disekolah itu tujuan, isinya, bahan materi pembelajaran apa, pedoman penyelenggaraan bagaimana, dan kegiatan itu menuju kemana.

“Jadi begini, dalam menindaklanjuti dan melaksanakan kurikulum di sekolah harus direncanakan, secara umum yang merencanakan dan mengkonsep adalah Pusat,” kata Sri Wahyuni kepada mattanews.co dalam bincang secara eksklusif di kantornya, Kamis (6/1/2022).

Menurut Dia, didalam dunia pendidikan bagaimana arah kurikulum yang bisa dilaksanakan, hal tersebut mengacu pada beberapa hal. Diantaranya, berpotensi pada perkembangan kebutuhan dan kepentingan peserta didik di lingkungannya.

Kedua, harus beragam dan berpadu, sedangkan ketiga kurikulum di SMPN 1 Kedungwaru harus berbasis Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

“Begini, sebuah kurikulum di pusat sudah diatur kami mengadopsi, mengadaptasi dan menerapkan. Maka saya katakan kurikulum harus berpusat untuk perkembangan kebutuhan siswa SMPN 1 Kedungwaru dan lingkungannya,” ujar Wanita berhijab itu.

“Ilmu pengetahuan teknologi dan seni saling sinergitas, seni dan Iptek harus sinkron,” imbuhnya.

“Relevan dengan kehidupan menyeluruh, berkesinambungan, jadi kurikulum itu bisa sampai sepanjang hayat,” Sri Wahyuni menambahkan.

Lebih lanjut Sri Wahyuni menjelaskan, lembaga pendidikan yang ia pimpin merupakan nomor satu di lingkungan wilayah Kecamatan Kedungwaru, dan urutan keempat sekolah favorit di Kabupaten Tulungagung.

“Iya benar, saya harus bangga dong dengan kebanggaan itu membuat motivasi kita semakin baik dan diwujudkan,” terangnya.

“Juga menegakkan kelima pilar didalamnya berhubungan dengan siswa harus mengarah kepada Pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa dan lainnya. Selain itu, didalam pelayanan untuk pembelajaran, evaluasi, dan di akademik dan non akademik salah satunya kegiatan ekstra untuk olahraga catur baru kita akan lakukan, sedangkan selama ini lembaganya sudah 15 ekstra kurikuler berjalan,” sambungnya.

SMP Negeri 1 Kedungwaru lebih dalam Sri Wahyuni memaparkan, menggunakan beberapa pendekatan pembelajaran sehingga peserta didik bisa menjadi cerdas dan pintar.

Pendekatan tersebut diantaranya, multi strategi, multimedia, sumber belajar yang teknologi akan bermanfaat dengan lingkungan. Dengan begitu, pihaknya tidak boleh menutup mata terhadap anak siswa dengan dunia IT sangat ramah.

Didalam kegiatan pendidikan pihaknya menjadikan media siswa, sumber belajar siswa, bagaimana dengan suasana kesukaan anak terhadap IT menjadi sumber belajar dengan artian anak diminta jika sumber dari guru kurang bisa mengambil dari Goggle.

“Dunia Maya itu luas sekali tidak terbatas dengan ruang, dan waktu,” paparnya.

“Dengan begitu, bapak ibu guru bisa mengarahkan, mengawasi, membimbing, dan memodifikasi supaya yang disukai anak itu menjadi media pembelajaran. Adapun yang dimaksud dengan ramah dengan Iptek itu ramah lingkungan ini, jadi bukan berarti dilarang tapi bagaimana bisa bersinergi dengan Iptek tersebut,” imbuhnya

“Pada intinya, pemaparan kurikulum itu mencakup beberapa hal kompetensi seperti yang saya jabarkan diatas,” tukasnya.