BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Bisnis Skincare Fiktif, Dokter Cantik Ditipu Teman Semasa SMP Hingga Alami Kerugian Ratusan Juta

×

Bisnis Skincare Fiktif, Dokter Cantik Ditipu Teman Semasa SMP Hingga Alami Kerugian Ratusan Juta

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Salah satu dokter cantik di Kota Palembang, dr Benatha Hardani (35) menjadi korban penipuan teman dekatnya sendiri, semasa SMP dulu. Tak pikir panjang, dokter inipun memutuskan untuk melaporkan SCK (33) ke SPKT Polrestabes Palembang, Kamis (22/8/2024).

Dihadapan petugas piket, dokter kecantikan berdomisili di Citra Grand City Orchad Park Kecamatan Alang – Alang Lebar Palembang didampingi pengacaranya, Andyka Andlan Tama menjelaskan, antara korban dan pelaku sudah berteman sejak putih biru (SMP). Saat kejadian, kliennya janjian bertemu di Jalan Sumpah Pemuda Labiaza Cafe And Eatery Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan IB I, Palembang, Selasa (12/9/2023) sekitar pukul 19.00 WIB.

“Kami sudah saling percaya. Entah kenapa, kali ini saya ditipu dia mentah-mentah. Bahkan dia mencatut nama saya, untuk kepentingan pribadinya. Kami sudah dua kali mengirimkan surat somasi ke pelaku, namun belum ada respon sama sekali,” ungkap dr Benatha Hardani, kepada awak media.

dr Benatha Hardani berharap, laporannya dapat segera ditindaklanjuti petugas kepolisian.

“Harapan saya, laporan kami dapat ditindaklanjuti segera. Karena kami sudah bosan menunggu itukad baik pelaku, yang kini menetap di Kota Batam,” tuturnya.

Sementara, pengacara dr Benatha Hardani, Andyka Andlan Tama dengan gamblang menjelaskan, kejadian ini sudah cukup lama. Karena berteman, mereka sering ngobrol dan puncaknya, menyepakati akan membuka usaha Bisnis kecantikan, Skincare.

“Klien kami bertugas sebagai penanam modal, sementara dia sebagai pengelolanya. Sedikitnya, klien kami sudah menyerahkan uang Rp 219 juta, itu katanya untuk mengurus surat-surat penting, dari mulai ijin perusahaan hingga pada BPOM dan lainnya, itu belum lagi yang dana operasionalnya, total mencapai Rp 500 juta lebih. Perkembangan perusahaan yang dibuat pelaku pun sempat dilaporkan kepada klien kami. Sayangnya, baru – baru ini terungkap, kalau semua itu palsu alias fiktif,” ujarnya.

Andyka Andlan Tama menambahkan, bahkan pelaku menjual nama kliennya untuk merekrut para sosialita untuk ikut berinvestasi bisnis skincare.

“Bermula dari sanalah, klien kami sadar tertipu. Awalnya, ada orang menghubungi klien kami menanyakan perkembangan bisnis skincare yang dimaksud, karena dia sudah ikut berpartisipasi menanamkan modal,” tukasnya.