Reporter : Edo
Sulawesi Barat, Mattanews.co – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), mempublikasikan terkait program kerja BKKBN Sulbar di akhir tahun 2019.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar Andi Rita Mariani menjelasakan, dampak resiko paling nyata adalah kanker serviks yang dapat diderita pasangan perempuan yang di usia muda.
”Pada saat melakukan hubungan, kalau ada luka akibat gesekan, alat yang belum betuI-betul matang bisa pemicu terjadinya kanker Ieher rahim atau kanker serviks,” katanya, Jumat (29/11/2019).
Gejala kanker tersebut akan dirasakan 5-20 tahun kemudian. Jika terjadi, harus ada langkah yang dilakukan keluarga dan pemerintah.
Selain penyakit, dampak lain dari pernikahan usia dini yaitu dapat menimbulkan depresi berat, perceraian karena pemikiran yang belum matang.
“Pendidikan menjadi terhambat, terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, kesulitan ekonomi membuat anak terlantar, dan muncul pekerja di bawah umur,” ujarnya.
DPR dan pemerintah pusat juga telah menaikkan usia pernikahan menjadi 19 tahun untuk Iaki-Iaki dan 16 tahun untuk perempuan
Dalam draf revisi itu, batas usia minimal akan disamakan, yaitu sama-sama 19 tahun.
Selain itu Andi Rita Mariani juga menyampaikan, pembangunan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK).
“Sudah ada tiga kabupaten yang telah menyelesaikan GDPK ini, yaitu Kabupaten Majene dan Mamuju Tengah, Kemudian Kabupaten Pasangkayu namun baru 1 aspek yang telah diseIesaikan. Kedepannya kami target seluruh kabupaten memiliki GDPK, dan ini masih sementara berproses,” tutur Andi.
Dalam draft GDPK yang dimaksud, Ada lima aspek kunci dalam merumuskan arah pembangunan sesuai demografi penduduk.
Yaitu aspek Kuantitas Penduduk, Kualitas Penduduk, Pembangunan Keluarga, Aspek Persebaran dan Pengarahan Mobilitas Penduduk serta Administrasi Kependudukan.
“GDPK ini dapat memberi gambaran kepada pemerintah daerah, dalam mengintervensi suatu wilayah melalui suatu kebijakan melalui pendekatan analisis data,” ungkapnya.
Seperti suatu wilayah yang penduduknya rata-rata lansia. Dengan wilayah yang penduduknya rata-rata di usia kerja, akan berbeda bentuk intervensi kebijakan. Baik dalam bentuk bantuan sosial maupun intervensi peningkatan ekonomi.
Kegiatan itu di rangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang berlangsung di kantor perwakilan BKKBN Sulbar.
Editor : Nefri














