MATTANEWS.CO, MUSI RAWAS – Upaya pencarian terhadap Kelvin Febriansyah (16), pelajar SMA asal Kelurahan Pasar Muara Beliti yang hanyut di Sungai Kelingi usai mengalami kecelakaan tunggal, terus dilakukan secara intensif. Tidak hanya kepolisian dan Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas juga turut menerjunkan personelnya ke lokasi kejadian untuk membantu pencarian.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu (5/10/2025) sekitar pukul 11.45 WIB, ketika korban yang mengendarai sepeda motor Honda CBR BG 3104 HAB terjatuh dari atas Jembatan Muara Beliti dan hanyut terbawa derasnya arus Sungai Kelingi. Motor tersebut diketahui dipinjam dari temannya, Andre (17), warga Desa Durian Remuk.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Musi Rawas, H. A. Darsan, membenarkan bahwa pihaknya telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian. Dalam upaya tersebut, BPBD mengerahkan 7 personel TRC, 1 unit perahu fiber, mesin perahu 18 PK, serta life jacket atau pelampung sebagai perlengkapan standar keselamatan.
“Kami bersama tim TRC dan pihak Polsek Muara Beliti sudah berada di lokasi. Pencarian dilakukan dengan penyisiran dari titik awal jatuhnya korban serta dengan metode ‘serkle’ atau membuat gelombang di air, guna memunculkan korban ke permukaan,” ujar H. A. Darsan saat dikonfirmasi, Minggu sore.
Menurutnya, tantangan utama dalam pencarian ini adalah derasnya arus Sungai Kelingi serta kondisi air yang keruh kecoklatan. Namun ia tetap optimis korban akan segera ditemukan dengan dukungan dari semua pihak yang terlibat.
“Mudah-mudahan dengan kerja sama antara Basarnas, BPBD, kepolisian, dan masyarakat setempat, korban bisa segera ditemukan, apapun kondisinya,” harapnya.
Korban Kelvin Febriansyah, yang diketahui sebagai warga RT 11 Kelurahan Pasar Muara Beliti, sebelumnya meminjam sepeda motor dari temannya untuk mengantarkan ibunya, Mus, pulang ke rumah. Setelah mengantar, Kelvin berniat mengembalikan motor tersebut ke Andre. Namun nahas, saat melintasi Jembatan Muara Beliti, diduga korban mengalami kecelakaan tunggal hingga terjatuh ke sungai.
Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta melalui Kapolsek Muara Beliti, Iptu Miming Wijaya, mengatakan bahwa penyebab pasti korban jatuh ke sungai masih dalam penyelidikan.
“Saksi mata hanya melihat korban sudah berada di sungai, melambaikan tangan sambil meminta tolong. Tak lama kemudian, korban tenggelam dan hanyut terbawa arus,” ungkap Iptu Miming.
Saksi yang pertama kali melihat kejadian tersebut adalah seorang warga bernama Surono. Ia menyatakan melihat korban dalam keadaan mengapung sambil berusaha meminta pertolongan, sebelum akhirnya hilang dari permukaan.
Setelah kejadian, personel Polsek Muara Beliti segera mendatangi lokasi untuk melakukan tindakan awal. Mereka mengamankan sepeda motor korban yang ditemukan dalam posisi tergeletak di atas jembatan serta langsung melakukan pencarian awal bersama warga.
“Kami juga langsung menghubungi Basarnas dan BPBD agar pencarian bisa dilakukan secara maksimal,” tambah Kapolsek Muara Beliti, Miming, yang juga merupakan mantan KBO Reskrim Polres OKU Timur.
Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai baik dari permukaan menggunakan perahu maupun secara manual oleh warga di sepanjang bantaran sungai. Tim gabungan menghadapi kendala arus deras dan visibilitas yang terbatas karena air sungai yang sangat keruh.
Di lokasi kejadian, suasana duka dan haru tak bisa dihindari. Mus, ibu dari korban, tampak tak kuasa menahan tangis begitu mengetahui anaknya jatuh ke sungai. Ia terus berharap anak semata wayangnya bisa segera ditemukan.
Sejumlah warga dan kerabat turut hadir untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga korban. Beberapa di antaranya ikut membantu proses pencarian secara manual di sekitar lokasi jatuhnya korban.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, Basarnas, Polsek Muara Beliti, dan warga sekitar. Fokus pencarian diarahkan ke area hilir sungai yang kemungkinan menjadi lokasi hanyutnya korban.
BPBD Musi Rawas memastikan akan melanjutkan pencarian hingga korban ditemukan, seraya terus mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai dan tidak menghambat jalannya operasi penyelamatan.














