BERITA TERKINI

BPBD Rilis Data Sebaran Titik Hotspot Sepanjang Sepanjang Januari-November 2021

×

BPBD Rilis Data Sebaran Titik Hotspot Sepanjang Sepanjang Januari-November 2021

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu merilis data sebaran titik hotspot sepanjang tahun 2021, terhitung sejak Januari – November sebanyak 1.029 titik.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas Hulu Gunawan menuturkan, peta sebaran titik hotspot tersebut berdasarkan sumber data Lapan Fire Hotspot.

Untuk Kecamatan Embaloh Hulu terdapat 70 titik hotspot, Embaloh Hilir terdapat 95 titik
hotspot, Batang Lupar terdapat 72 titik
hotspot, Putussibau Utara terdapat 88 titik
hotspot

“Untuk Kecamatan Badau, terdapat 33 titik
hotspot, Bunut Hilir terdapat 9 titik
hotspot,” papar Gunawan kepada wartawan Rabu (24/11/2021).

Sedangkan di Kecamatan Puring Kencana
terdapat 70 titik, Empanang
terdapat 61 titik hotspot, Semitau
terdapat 69 titik hotspot, Suhaid
terdapat 19 titik hotspot dan Silat Hilir
terdapat 58 titik hotspot dan Seberuang
terdapat 47 titik hotspot.

“Untuk di Kecamatan Selimbau 6 titik hotspot, Silat Hulu terdapat 49 titik
hotspot, Hulu Gurung, terdapat 5 titik
hotspot, Boyan Tanjung terdapat 28 titik
hotspot, dan di Pengkadan terdapat 13 titik
hotspot,” terang Gunawan.

Putussibau Selatan 76 titik hotspot, Bika
terdapat 36 titik hotspot, Kalis
terdapat 48 titik hotspot, Jongkong
terdapat 9 titik hotspot, Mentebah
terdapat 26 titik hotspot dan di Kecamatan Bunut Hulu terdapat 42 titik hotspottspot.

Gunawan melanjutkan, untuk penanganan sebaran titik hotspot tersebut, sebelumnya tim BPBD bersama lintas sektor telah melakukan upaya – upaya strategis di lapangan, sehingga sebaran hotspot bisa terkendali.

“Kita selalu mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terdapat bahaya kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Kendati sekarang masih dalam musim hujan dan beberapa wilayah terdampak banjir, dirinya mengingatkan agar masyarakat tidak lengah, terutama untuk daerah rawan dengan sebaran hotspot tertinggi.

“Data sebaran hotspot diatas bisa menjadi acuan kita untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya Karhutla,” sambung Gunawan.

Gunawan juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah membentuk komando satgas Karhutla, guna melakukan langkah cepat apabila terjadi Karhutla.

“Dalam rangka antisipasi Karhutla, Satgas diharap terbentuk sampai ke tingkat paling bawah di daerah- daerah yang rawan Karhutla,” tandasnya.(*)