MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) Kembali menyelenggarakan kegiatan Press Tour 2021, dengan mengundang jurnalis media cetak, elektronik dan juga penggiat sosial media di kota Palembang. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Depo LRT Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (27/12/2021).
Dalam kesempatan tersebut Kepala Balai Pengelola Kereta Api (KA) Ringan Sumsel, Bapak Prih Galih, S.T., M.T. menyampaikan, paparannya kepada Jurnalis dan penggiat sosial, mengenai bangunan apa saja yang ada di area Depo serta fungsi-fungsi peralatan di Depo LRT Sumsel, seperti Workshop dan Operation Conrrol Centre (OCC) yang digunakan sebagai support dalam operasional LRT Sumsel.
LRT mulai dioperasikan bulan Juli tahun 2018 seiring dengan penyelenggaraan Asian Games. Panjang jalur KA Ringan Sumsel adalah 28.4 Km dengan 13 Stasiun yang membentang dari Bandara sampai dengan Depo Jakabaring.
“Ke 13 stasiun tersebut adalah St. Bandara, St. Asrama Haji, St. Puntikayu, St. RSUD, St. Garuda Dempo, St. Demang, St. Bumi Sriwijaya, St. Dishub: St. Cinde, St. Ampera, St. Polresta, St. Jakabaring dan St. DJKA. Untuk kemudahan penumpang naik dan turun stasiun, dilengkapi dengan lift dan elevator,” ujar Galih sapaan akrabnya.
Lalu dilanjutkan dengan mengintip main control room milik OCC yang terletak dilantai 2 gedung OCC. Disitu jurnalis dan penggiat sosial media, diajak untuk melihat pusat pengendalian dan monitoring sistem operasional LRT yang menggunakan system ETCS Level 1.
“Kami senang dapat mengajak teman-teman jurnalis dan penggiat sosial media ke Depo LRT Sumsel. Disini kami dapat memperkenalkan salah satu depo perawatan kereta yang dilengkapi dengan pusat control yang canggih. Kami juga berharap bagi temen pers dan penggiat media sosial dapat lebih memperkenalkan LRT kepada masyarakat Palembang.” ucap Galih.
Selain itu, Kepala Divisi Perawatan dan Peningkatan Prasarana BPKARSS, Kharestian Kari Gumay menjelaskan, Desain konstruksi menggunakan konstruksi elevated/layang dengan slab track.
“Penggunaan teknologi slab track ini merupakan yang pertama kalinya digunakan dalam pembangunan Jalur KA di Indonesia. Salah satu pertimbangan penggunaan Slab Track adalah slab track lebih mudah dalam perawatan,” katanya.
Lanjut Gumay Kereta yang digunakan merupakan produk dari Bangsa Indonesia yaitu dari PT. INKA, dengan beban gandar 12 ton. Jumlah kereta yang dioperasikan enam train set dan dua cadangan dan setiap train set terdiri dari tiga kereta. Body didesain dengan menggunakan allumunium alloy dan kabin menggunakan komposit.
“Kereta api ringan ini dirancang untuk dapat melaju dengan kecepatan 100 km/jam, sedangkan desain untuk pengoperasian maksimum 85 km/jam. Kereta di suplai dengan daya listrik 750 VDC dengan aliran listrik rel ketiga (Third Rail). Sistem persinyalan yang digunakan yaitu ETCS (European Train Control System) Level 1,” jelasnya.
Sementara itu Staf divisi perawatan dan peningkatan sarana BPKARSS Yoga Septiano memberikan keterangan, bahwa di area workshop terdapat banyak peralatan untuk mendukung perawatan sarana.
“Disini, Area workshop ini banyak sekali peralatan untuk mendukung perawatan sarana, seperti Mobile lifting jack untuk mengangkat bodi sarana pada saat perawatan boogie kereta, lalu terdapat underfloor wheel lathe, above floor wheel lathe, axle lathe untuk membubut roda sarana dan as roda sarana, serta tmc zephyr untuk menarik dan mendorong sarana masuk ke depo maupun menuju ke reception track sesaat sebelum kereta naik ke jalur untuk beroperasi,” tukasnya.















