PEMERINTAHAN

BSK Kemenkum Dorong Kebijakan Inklusif dan Berbasis Bukti Lewat Policy Talk

×

BSK Kemenkum Dorong Kebijakan Inklusif dan Berbasis Bukti Lewat Policy Talk

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, JAMBI – Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Badan Strategi Kebijakan Hukum dan HAM (BSK), Kemenkum menggelar kegiatan “BSK Policy Talk” yang diikuti seluruh jajaran Kemenkum di pusat maupun daerah secara hybrid, termasuk Kantor Wilayah Jambi. Dari Kanwil Jambi, kegiatan ini diikuti oleh Analis Kebijakan Ahli Muda Arzi Arsyad bersama para analis kebijakan lainnya dari Ruang Rapat Kepala Kantor Wilayah, Jumat (20/6/2025).

Acara dibuka dengan laporan Sekretaris BSK dan sambutan Kepala BSK Kemenkum yang turut dihadiri secara daring oleh para pejabat pusat seperti Kepala Pusat P4H, Pusat Yankum, EPKH, Tata Kelola, serta seluruh Kepala Kanwil, Kepala Divisi, dan para Jabatan Fungsional Analis Kebijakan (JFAK).

Kepala BSK menegaskan bahwa lembaga ini memiliki peran strategis sebagai motor penggerak kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, masyarakat bukanlah objek kebijakan, melainkan subjek perubahan, sehingga kolaborasi inklusif, terutama dengan kelompok marjinal, sangat penting untuk merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kondisi lokal.

Sesi utama menghadirkan Sekretaris BSK Kemenkum yang memaparkan struktur organisasi dan tugas fungsional BSK, termasuk peran JFAK dalam mendorong lahirnya kebijakan berbasis data dan analisis mendalam. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu moderator dari Bagian SDMO.

Dalam penjelasannya, disampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menginternalisasi peran strategis analis kebijakan, memperkuat substansi teknis, serta meningkatkan motivasi dan profesionalisme JFAK dalam mendukung kebijakan berbasis bukti.

Kepala BSK juga menyampaikan komitmen BSK dalam mengawal seluruh proses penyusunan kebijakan di lingkungan Kemenkum secara partisipatif, mulai dari agenda setting, pembentukan, hingga evaluasi. BSK juga bertekad menjadi knowledge entrepreneur, yang menjembatani pengetahuan dari akademisi dan masyarakat menjadi kebijakan yang berdampak dan solutif. (*)