MATTANEWS.CO, MUARO JAMBI – Bunda PAUD Kabupaten Muaro Jambi, Ririn Novianty, SE, menghadiri kegiatan sosialisasi program wajib belajar satu tahun pendidikan prasekolah yang digelar di Aula Kantor Camat Sekernan, Selasa pagi (24/06/2025).
Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan rapat koordinasi bersama seluruh Bunda PAUD Desa se-Kecamatan Sekernan.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya mendukung program prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yaitu wajib belajar 13 tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah sebelum jenjang SD.
Dalam sambutannya, Ririn Novianty menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran sangat strategis dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan kesiapan anak memasuki pendidikan dasar. Menurutnya, masa usia dini merupakan periode emas perkembangan anak yang harus dimanfaatkan dengan optimal.
“Melalui PAUD, anak-anak dapat belajar sambil bermain, mengembangkan kreativitas, serta membentuk nilai-nilai moral dan sosial yang menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka ke depan,” ujarnya.
Ririn juga menyampaikan bahwa gerakan wajib belajar satu tahun prasekolah bertujuan untuk memastikan semua anak memasuki jenjang pendidikan dasar dalam kondisi siap secara mental, emosional, dan kognitif. Karena itu, ia menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga, pemerintah desa, satuan pendidikan, dan para pemangku kepentingan.
“Sebagai Bunda PAUD Kabupaten Muaro Jambi, saya berkomitmen untuk terus mendampingi, mendorong, dan menggerakkan semua pihak agar layanan PAUD kita menjadi berkualitas, berkeadilan, dan merata,” tegas Ririn.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini kebijakan wajib belajar satu tahun prasekolah tengah dalam tahap finalisasi oleh pemerintah pusat. Kabupaten Muaro Jambi sendiri, yang dikenal dengan sebutan Bumi Sailun Salimbai, menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Jambi yang dipercaya sebagai pilot project penerapan kebijakan nasional tersebut oleh Kementerian Pendidikan.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran para Bunda PAUD Desa dalam menyukseskan gerakan wajib belajar prasekolah di wilayah masing-masing, sebagai upaya konkret meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. (*)














