* Terkait Penyiraman Air Keras di Kertapati
MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Dampak dari perkelahian di depan Lorong Banten, Kecamatan Kertapati Palembang, berujung penyiraman air keras satu keluarga Astari (45), warga Jalan Ki Merogan Lorong Banten Kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati Palembang, Kamis (2/6/2022) pukul 19.30 WIB.
“Sebelumnya ada yang berkelahi di depan lorong. Kemudian musuhnya itu, kabur dan masuk ke dalam kampung kami. Tapi saya tidak tahu persis siapa orang itu,” jelas Astari, saat dibincangi di rumahnya.

Dikatakan Astari, dirinya saat itu baru saja pulang kerja dan bermaksud beristirahat.
“Saya mendengar ribut-ribut diluar. Lalu, saya panggil keponakan saya di depan, M Sarani (13). Ternyata keponakan saya sudah terluka tersiram air keras dan mereka menyerang, masuk ke dalam rumah secara membabi buta. Mereka mengibaskan air keras,” bebernya.
Astari menambahkan, pelaku yang mengejar musuhnya itu berjumlah 20 orang.
“Sekitar 20 orang itu masuk ke dalam rumah. Mereka membawa cuko parah, kayu, tombak, pisau dan lainnya. Mereka mengibas-ngibaskan air keras hingga melukai kami semua,” ujarnya.

Nasib malang juga dialami Leni (20) yang pada saat kejadian sedang menggendong bayinya Inayah (2). Karena panik menyelamatkan diri, namun tak dapat dihindari, lengan sebelah kiri terkena cipratan air keras.
“Keponakan saya berumur dua tahun juga terkena cipratan cuko parah pak. Kami berharap semoga polisi cepat menangkap pelakunya,” tandas Astari.














