MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG- Dalam kunjungan isteri Menteri Perikanan dan Kelautan yang juga Pengarah DWP KKP, Ernawati Trenggono dan sejumlah isteri pejabat eselon 1 dan eselon 2 di klaster pengembangan udang vaname terintegrasi, Bupati sebut pembudidayaan udang vaname dapat membangkitkan ekonomi pesisir, Rabu (16/3/2022).
“Tiga minggu yang lalu, Pokdakan Mina Jaya Tamiang telah melakukan panen parsial perdana, hari ini yang kedua kalinya. Dipanen ketiga atau keempat kita harapkan nanti Pak Menteri dapat hadir bersama kita disini,” ucap Bupati Mursil.
Ia menyebutkan, panen parsial kedua ini dilakukan saat udang berusia 86 hari. Rata-rata udang yang dipanen berukuran 40-50 ekor per kg. Hasil ini cukup menggembirakan dan program budidaya ini berhasil.
“Budidaya udang vaname merupakan salah satu pilihan terbaik untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Saat ini kata dia, udang vaname laku di pasar dengan harga Rp. 70 ribu per kilogram,”ungkap Bupati Aceh Tamiang.
Artinya kata Bupati, dengn harga udangnya bagus dan proses panennya cukup cepat, jadi saat digeluti dengan serius maka secara otomatis dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Jika dikerjakan dengan serius, maka secara jelas dapat meningkatkan ekonomi masyrakat khususnya didaerah pesisir seperti di Kampung (Desa,red) Dagang Setia, Kecamatan Manyak Payed ini,”ungkap Mursil.
Dalam kesempatan yang sama, koordinator pelaksana teknis Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee, Syarifuddin menyampaikan, klaster budidaya udang vaname yang dibangun di Dagang Setia, diharapkan menjadi role model. Selain menyasar finansial, konsep yang diusung juga menjamin keamanan ekologi.
“Kita buat lengkap, mulai waduk, tandon dan ipal. Jadi ini tidak hanya bercerita finansial, tapi juga teknologi,”katanya.
Ia menjelaskan, dengan memastikan teknologi yang diterapkan di Kampung Dagang Setia, menjamin ekologis terjaga.
“Kita sangat optimis metode ini sangat layak dikembangkan di daerah lain, khususnya wilayah yang berada didaerah pesisir,”jelasnya














