Reporter : Nopri
MUNTOK, Mattanews.co – Bupati Bangka Barat Markus secara tegas menolak bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Timah Tbk.
CSR ini rencananya akan digulirkan untuk bantuan pendidikan bagi mahasiswa asal Bangka Barat, yang saat ini tengah menempuh pendidikan di
Akademi Komunitas Presiden (AKP).
Dasar penolakan Markus tersebut, karena dirinya menilai nominal CSR yang diberikan perusahaan pelat merah tersebut dinilai sangatlah kecil.
Bahkan tidak sebanding dengan keuntungan miliaran rupiah yang diraup PT Timah, selama bertahun-tahun beroperasi di Kabupaten Bangka Barat.
“Kemarin (17/3/2020) pihak PT Timah bertemu saya untuk menyerahkan dana CSR pendidikan yang hanya Rp200 juta. Tapi mohon maaf saja, bantuannya tersebut saya tolak, karena menurut saya tidak sesuai dengan keuntungan
yang selama ini telah didapat oleh PT. Timah selama ini,” ucapnya, Rabu (18/3/2020).
Selain itu menurut Markus, bantuan ini bukanlah untuk dirinya pribadi, melainkan untuk putra putri Bangka Barat.
Dia menyampaikan ke pihsk PT Timah Tbk, bahwa CSR pendidikan ini untuk putera-puteri Bangka Barat, bukan untuk bupati.
“Tapi kok hanya segitu nominalnya, padahal keuntungan ratusan miliar telah di didapat dari Bangka Barat,” katanya.
CSR sebesar Rp200 juta dari PT Timah ini hanya Rp50 juta lebih besar dibanding pihak ASDP.
Padahal ASDP keuntungannya jauh beda dengan Timah.
Politisi PDI-Perjuangan ini lantas meminta pihak PT Timah buka-bukaan soal nominal dana CSR, yang telah disalurkan untuk masyarakat Bangka Barat selama ini.
“Kita akan surati PT Timah agar terbuka soal data CSR kepada masyarakat Bangka Barat selama tiga tahun terakhir, biar semua masyarakat tahu,” ucapnya.
Editor : Nefri














