[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
Reporter : Nasir
MATTANEWS.CO, BANYUASIN – Bupati Banyuasin Askolani, mengunjungi Rice Miling Plaint (RMP) pabrik pengolahan beras Mulia Sejahtera KTM Desa Mulya Sari Kecamatan Tanjung Lagi Kabupaten Banyuasin, Rabu (30/12/2020).
Turut serta Direktur BUMD Sei Sembilang Ardiansyah, Kepala Bappeda Litbang Kosarudin, Kadisnaketran Noor Yosept, Kadis Pertanian Zainudin, Plt Kadis Ketahanan Pangan Romlah, Kadis Koperindag Erwin Ibrahim, Kadis Perkebunan dan Peternakan Idil Fitri dan Kepala BPBD, lAlpian Sholeh.
”Saya mengunjungi RMP RMU Mulia Sejahtera KTM Desa Mulya Sari Kecamatan Tanjung Lago ini, untuk memastikan bahwa beras Sedulang Setudung yang sudah di Lounching, adalah beras hasil petani Kabupaten Banyuasin,” tegas Bupati Askolani.
Tidak hanya di RMP Mulia Sejahtera KTM Desa Mulya Sari saja, lanjut Bupati, stok beras juga di himpun BUMD Sei Sembilang dari pabrik-pabrik RMU milik petani di Kecamatan Muara Telang dan Sejumlah Kecamatan lainnya.
“Tujuan kita membuat brand beras Sedulang Setudung ini untuk mendongkrak penghasilan para petani di Banyuasin agar lebih baik dan lebih sejahtera. Maka kita pastikan beras Sedulang Setudung ini bahan bakunya dari padi hasil panen petani Banyuasin,” tutur dia.
Dikatakan Bupati Askolani, dari segi stok Gabah Kering Giling, Banyuasin tidak kekurangan. Maka kedepan agar lebih maksimal pihaknya akan merevitalisasi pabrik RMP Mulia Sari ini agar produksinya semakin baik.
”Saya berharap RMP Mulia Sari ini, gudang penampungan GKG berkapasitas 300 ton, sedangkan pabriknya mampu memproduksi 20 ton perhari. Kapasitas Produksi Drayer pengeringan 9-10 ton/produksi, giling infut 2-3 ton perjam dan giling outfut 4-5 ton perjam,” terang dia.
Kedepan, lanjut Bupati Inovatif 2019 ini pihaknya akan mengkontrol arus produksi hasil panen petani agar tidak dijual keluar Kabupaten Banyuasin. Maka konsepnya kegiatan petani harus di perhatikan mulai dari modal, proses tanam, pemupukan hingga panen. Bahkan Pemkab Banyuasin melalui BUMD Sei Sembilang akan berusaha maksimal akan membeli GKG hasil panen para petani dan disimpang di lumbung-lumbung sebelum di pabrik menjadi beras.
“Untuk merubah proses bayar setelah panen (Yarnen) yang selama ini terjadi tidaklah mudah, namun ini menjadi tantangan kita dan harus bisa. Dan dirinya optimis petani akan mendukung karena mereka akan lebih terhormat dengan hadirnya brand beras Sedulang Setudung kualitas medium dan premium, yang merupakan hasil panen mereka,” terangnya.
Direktur BUMD Sei Sembilang Ardiansyah, menegaskan bahwa Masyarakat Kabupaten Banyuasin harus bangga memiliki pemimpin seperti Bupati Banyuasin Askolani dan Wabup Slamet yang sangat jelas memiliki komitmen kuat untuk membangkit petani dengan membuat brand beras Sedulang Setudung.
“Hadirnya brand Beras Sedulang Setudung ini, tujuannya tidak lain untuk menjawab spekulasi selama ini bahwa Banyuasin penghasil Gabah terbesar tapi beras dikuasi Propinsi lain, tidak punya merek beras yang bisa dibanggakan. Dengan visi yang jelas Pak Bupati dan Pak Wabup berani melakukan terobosan ini demi kesejahteraan para petani,” tukas dia.
Editor : Selfy














