MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, membuka Porseni O2SN dan FLS2N SD dan SMP Kecamatan Putussibau Selatan tahun 2024 di lapangan bola Gunung Lawit, Kelurahan Kedamin Hulu pada Selasa (23/1).
Ketua panitia Porseni O2SN dan FLS2N, Juliansyah, S.pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan yang sama kepada semua peserta didik untuk berlomba, terutama di bidang Olahraga dan Seni.
Juliansyah menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat. Dan kemampuan peserta didik, sejalan dengan Pasal 12 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003.
Menurut Juliansyah, Porseni adalah ajang olahraga dan seni yang dilaksanakan setiap tahun. Porseni juga sebagai silaturahmi dan evaluasi hasil pembinaan di sekolah masing-masing peserta.
“Dengan adanya Porseni, akan tercipta kekompakan rasa kekeluargaan di seluruh siswa SD dan SMP Kecamatan Putussibau Selatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Porseni dapat mendorong percepatan, peningkatan, dan pengembangan prestasi olahraga dan seni, memberikan wadah bagi peserta didik berbakat dalam olahraga dan seni untuk berekspresi, serta beraktualisasi diri.
“Porseni juga memperkokoh kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia,” kata Juliansyah.
Juliansyah menjelaskan bahwa kegiatan Porseni O2SN dan FLS2N Kecamatan Putussibau Selatan berlangsung dari tanggal 23 hingga 29 Januari 2024. Diikuti oleh 28 Sekolah Dasar dan 9 Sekolah Menengah Pertama, dengan 33 Sekolah Dasar dan 10 Sekolah Menengah Pertama sebagai peserta.
“Beberapa sekolah, seperti SDN 19 Nanga Balang, SDN 16 Sepan, SDN 17 Nanga Bungan, SDN 11 Tanjung Lokng, SDN 10 Mata Lunai, dan SMP11 Satap Mata Lunai, tidak mengikuti kegiatan ini karena pertimbangan cuaca ekstrim dan faktor keuangan,” ungkapnya.
Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menyatakan bahwa Porseni siswa adalah kegiatan pendidikan yang melibatkan pengembangan potensi akademis, fisik, dan seni.
Dia menjelaskan pentingnya pengembangan minat dan bakat siswa melalui proses berkualitas. Membutuhkan kepemimpinan yang kuat dari kepala sekolah, kualitas dan dedikasi guru. Serta partisipasi aktif dan kolaborasi dari komite sekolah dan pemangku kepentingan.
Bupati juga menyoroti Porseni sebagai kesempatan untuk mengukur tingkat keberhasilan dan kualitas pengembangan minat dan bakat peserta didik di sekolah.
“Dari Porseni, diharapkan terbentuk karakter profil pelajar Pancasila,” tambahnya.
Bupati berharap agar peserta bertanding dengan jujur dan sportif, menghindari kecurangan. Jika pesaing ternyata lebih siap dan unggul, hendaknya berlapang dada untuk mengakui kemenangan lawan.
“Raihlah prestasi dengan cara yang benar dan adil,” ujar Bupati. (*)














