MATTANEWS.CO. KAPUAS HULU – Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan meninjau langsung bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayah di Desa Nanga Suhaid, Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), yang roboh akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras, saat dalam proses pembangunan pada Selasa (8/3/2022) lalu.
Fransiskus Diaan yang tau informasi tersebut dari media sosial tersebut, langsung hadir menjau lokasi didampingi OPD terkait dan Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Budiarjo, Trifanto, Piramli dan Bahardi. “Kami dari pemerintah daerah prihatin dan hadir lansung meninjau lokasi, kejadian ini akan jadi perhatian kami untuk membantu,” ungkap Bupati yang akrab disapa Bang Sis, Kamis (10/3/2022).
Tak hanya itu, Bang Sis juga meminta pengelolah Ponpes Al-Hidayah untuk menyiapkan legalitas. Seperti Akta Notaris, serta membuat proposal untuk diajukan ke Pemerintah Darah Kabupaten Kapuas Hulu. “Membuat proposalnya untuk diajukan ke Pemda Kapuas Hulu, kemungkinan tahun depan akan dibantu” ucap Bupati Kapuas Hulu.
Adapun kondisi bangunan yang roboh tersebut, merupakan bangunan yang sudah berbentuk rangka atap dengan bahan rangka terbuat dari kayu, dengan ukuran panjang 53 meter lebar 10 meter dengan bangunan 2 lantai. Ditempat sama, Ketua Pengelolah Bangunan Pesantren, Dedi Mulyadi menyampaikan, bahwa bangunan tersebut mulai dibangun sekitar akhir tahun 2021. Menurutnya, saat bangunan tesebut roboh sedang tidak ada aktivas pembangunan. Sehingga tak ada korban jiwa.
“Sumber anggaran dari sumbangan beberapa warga dan kelompok masyarakat, dengan total anggaran yang sudah terkumpul sebanyak kurang lebih Rp 226.645.000. Anggaran yang sudah di gunakan berkisar Rp 125.000.000,” tukasnya.














