MATTANEWS.CO, KARO – Perhatian Pemerintah Kabupaten Karo terhadap sektor pertanian terus menunjukkan hasil nyata. Tidak hanya soal janji, Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes konsisten menguatkan layanan pertanian, mulai dari revitalisasi lahan rawa di Lau Baleng, panen padi sawah yang semakin meningkat, hingga penguatan komoditas unggulan Jeruk Karo ke tingkat lebih luas.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk memastikan pertanian tidak hanya berproduksi, tetapi juga memberi nilai tambah bagi petani dan ekonomi lokal.
Bupati Karo hadir langsung dalam Panen Raya Padi di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Mardingding.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bukti nyata kerja bersama pemerintah daerah, petani, dan mitra strategis dalam membangkitkan pertanian di kawasan sawah yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa panen raya padi merupakan hasil kerja panjang menangani lahan rawa dan pemulihan jaringan irigasi.
Luas sawah yang dapat dipanen mencapai ratusan hektare dengan produktivitas rata-rata 6 hingga 7 ton per hektare – angka yang patut dibanggakan.
Wakil Gubernur Sumatera Utara juga hadir pada kegiatan ini. Ia menyatakan bahwa keberhasilan ini menjadi indikator kuat bahwa normalisasi irigasi dan pembenahan lahan sawah berjalan efektif.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Karo bersama Kementerian Pertanian RI telah menggariskan program besar melalui Optimasi Lahan dan Rawa seluas hampir 1.800 hektare pada tahun 2026.
Program ini dirancang untuk menyulap lahan yang selama ini kurang produktif menjadi lahan pertanian yang mampu memberi hasil maksimal secara berkelanjutan.
Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bahwa perhatian terhadap lahan rawa bukan bersifat sporadis, tetapi dibuat dalam rencana kerja matang dan konsisten, sesuai dengan arahan kebijakan nasional dan kebutuhan petani lokal.
Selain padi, perhatian besar juga diberikan pada komoditas unggulan daerah, yaitu Jeruk Karo. Pemerintah Kabupaten Karo tidak ingin jeruk hanya dikenal sebagai buah lokal, tetapi mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
Salah satu langkah strategis yang dibahas adalah penguatan hilirisasi berbasis smart cold storage. Sistem ini dirancang untuk menjaga kualitas buah agar lebih tahan lama dan memenuhi standar pasar modern.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan perangkap dan atraktan lalat buah kepada petani sebagai bagian dari pengendalian hama terpadu. Upaya ini penting untuk menjaga kualitas dan kuantitas produksi jeruk.
Penguatan branding Jeruk Karo juga menjadi fokus pembahasan dengan pemerintah provinsi. Standarisasi mutu, proses sortir yang lebih profesional, serta pengemasan yang lebih baik terus didorong agar daya saing meningkat.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan pertanian tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi bergerak menuju sistem agribisnis yang terintegrasi.
Bupati Karo menyatakan bahwa kerja di sektor pertanian akan tetap diprioritaskan. Menurutnya, pertanian bukan sekadar pekerjaan musiman tetapi menjadi lumbung pangan dan kekuatan ekonomi daerah.
Dengan dukungan pemerintah pusat, provinsi, serta partisipasi aktif petani, target pertanian yang lebih tinggi seperti penyediaan pangan stabil, hilirisasi produk, dan akses pasar yang lebih besar akan terus didorong ke depan.














