MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus mempererat ukhuwah di tengah masyarakat. Kegiatan Santapan Rohani Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jumat (13/3/2026), Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Ramadan sebagai sarana memperkuat keimanan dan kepedulian sosial.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut juga bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an, momen penting bagi umat Islam yang menandai turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.
Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan bulan pendidikan spiritual yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, serta pengendalian diri.
“Bulan Ramadan merupakan bulan pendidikan bagi kita semua. Bulan yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, kepedulian sosial, serta pengendalian diri,” ujarnya di hadapan para alim ulama, tokoh masyarakat, jajaran Forkopimda, Pj Sekda Tulungagung serta pimpinan organisasi keagamaan dan perangkat daerah.
Menurutnya, kegiatan santapan rohani yang rutin digelar pemerintah daerah tersebut menjadi ruang refleksi bersama untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat Tulungagung.
Bupati Gatut Sunu juga menyoroti makna mendalam dari peringatan Nuzulul Qur’an. Ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an bukan hanya kitab suci yang dibaca, tetapi juga pedoman hidup yang mengajarkan nilai moral, keadilan, dan kebijaksanaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Melalui Al-Qur’an, manusia mendapatkan petunjuk tentang keimanan, ibadah, akhlak, dan cara menjalani kehidupan yang baik bagi diri sendiri maupun masyarakat,” katanya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai momentum untuk kembali merenungkan pesan-pesan Al-Qur’an dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kejujuran, saling menghormati, hingga menjaga kedamaian sosial.
Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, Bupati Gatut Sunu juga mengajak seluruh umat Islam meningkatkan kualitas ibadah dengan penuh kesungguhan, termasuk berharap dapat meraih keutamaan malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Ia berharap kegiatan santapan rohani tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan spiritualitas masyarakat sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah.
“Semoga melalui kegiatan ini kita dapat mengambil hikmah untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat komitmen dalam membangun Kabupaten Tulungagung yang religius, harmonis, dan sejahtera,” tuturnya.
Acara santapan rohani Ramadan tersebut dihadiri para ulama, di antaranya KH Soim Al Kassi, Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, jajaran Forkopimda, Pj Sekda Tulungagung Soeroto, pimpinan organisasi Islam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur organisasi perempuan dan lembaga keagamaan di Kabupaten Tulungagung.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Tulungagung berharap nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya diperingati secara simbolis, tetapi benar-benar menjadi landasan moral dalam kehidupan sosial, pemerintahan, dan pembangunan daerah. Dengan begitu, semangat Ramadan dapat terus menumbuhkan masyarakat Tulungagung yang religius, rukun, dan berdaya menuju masa depan yang lebih sejahtera.
Pantauan di lokasi, kegiatan itu diawali dengan santunan anak yatim oleh Bupati Gatut Sunu diikuti jajaran Forkopimda serta Pj Sekda Tulungagung Soeroto.














