MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga dan merawat warisan sejarah sebagai fondasi identitas daerah. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Muhamad Ardian Candra, S.STP., M.M., saat membuka Seminar Bedah Sejarah Kabupaten Tulungagung di Auditorium Lantai 3 kantor KADIN Kabupaten Tulungagung, Selasa (23/12/2025) malam.
Seminar yang diinisiasi Perkumpulan Kulo Tresno Tulungagung yang di Ketuai oleh Dian Faqih, S.Pd., tersebut mengusung tema “Tulungagung: Jejak Peradaban Jawa dari Gua Manusia Purba hingga Menara Masjid”. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menelusuri perjalanan panjang peradaban Tulungagung, mulai dari masa prasejarah, era Hindu–Budha, hingga berkembangnya peradaban Islam yang membentuk wajah daerah saat ini.
Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Ardian Candra, ditegaskan bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan fondasi penting dalam membangun jati diri dan karakter masyarakat Tulungagung. “Melalui seminar ini, masyarakat diajak memahami bahwa Tulungagung memiliki jejak peradaban yang panjang, kaya, dan kompleks. Kesadaran sejarah menjadi kunci untuk memperkuat identitas daerah,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi kepada Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Tulungagung serta seluruh pihak yang berkontribusi, mulai dari akademisi, budayawan, sejarawan, hingga komunitas masyarakat. Kehadiran narasumber dinilai mampu memperkaya sudut pandang serta memperdalam pemahaman publik terhadap sejarah dan kebudayaan lokal.
Menurut Bupati, seminar ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian sejarah dan cagar budaya. Upaya tersebut memerlukan keterlibatan lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, komunitas budaya, hingga masyarakat luas, agar warisan sejarah Tulungagung tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
“Pelestarian sejarah adalah tanggung jawab bersama. Jika sejarah terjaga, maka identitas daerah akan semakin kuat dan menjadi pijakan pembangunan kebudayaan Tulungagung ke depan,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya Seminar Bedah Sejarah ini, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap lahir pemikiran-pemikiran konstruktif yang mampu memperkuat identitas, kebanggaan, sekaligus arah kebudayaan daerah. Sejarah bukan untuk dilupakan, tetapi dirawat sebagai energi masa depan Tulungagung.














