MATTANEWS.CO, MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, terus berupaya menekan angka kematian akibat penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal ini disebabkan cuaca pada musim penghujan, sehingga banyak jentik nyamuk maupun sarang nyamuk menjadi perhatian serius, Selasa (2/4/2024).
Seperti diinformasikan sebelumnya, Kabupaten Malang berada diurutan kedua terkait DBD yang menyebabkan korban meninggal dunia, oleh sebab itulah Dinkes Kabupaten Malang berupaya di setiap Kecamatan akan dilakukan vogging (pengasapan) dan Abate, untuk mencegah penyakit DBD tersebut berkembang pesat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg.Wiyanto Wijoyo, M.Mkes menyampaikan, angka DBD di Kabupaten Malang mencapai 905 kasus dengan kematian sebanyak 10 orang per Maret 2024.
“Kasus kematian akibat DBD, angkanya juga terbilang cukup memperihatinkan. Di mana, pada awal 2024 sudah ada puluhan orang yang dinyatakan meninggal akibat terjangkit DBD,” tutur Kadinkes Kabupaten Malang, pada Senin (1/4/2024).
Menurutnya angka kematian akibat DBD terjadi di wilayah Turen dan Wagir yang paling tinggi, karena daerah tersebut, masing-masing dua orang meninggal dunia akibat DBD, disusul daerah Jabung dan Poncokusumo.
“Kami berusaha menekan peningkatannya yaitu dengan pertama akan lebih masif lagi gerakan untuk melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), dan Abate pembasmi jentik-jentik nyamuk,” ujar mantan Kepala Puskesmas Pakis.
Bahkan sebelumnya telah dilakukan Pertemuan Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DBD di Kabupaten Malang tahun 2024 tersebut, turut mengundang sejumlah pihak terkait. Yakni mulai dari pihak Puskesmas dan Rumah Sakit di Kabupaten Malang, hingga jajaran camat juga turut diundang dalam penanggulangan DBD dalam pemberantasan sarang nyamuk.
“Diharapkan melalui agenda ini, pencegahan bisa dilakukan sejak di tingkat desa melalui pemerintah di kecamatan. Sehingga kasus DBD di Kabupaten Malang bisa semakin dikendalikan, baik penyakit maupun penyebarannya,” tandasnya.














