Reporter : Della
PALEMBANG, Mattanews.co – Aliansi masyarakat pemerhati lingkungan hidup dan B3 Indonesia (AMPHIBI) melakukan aksi demo ke kantor Gubernur Sumsel, menuntut agar PT Bau dan PT Kalog yang sudah melakukan pencemaran lingkungan air limbah batubara, segera ditutup, Selasa (07/01/2020).
Koordinator Aksi, Ruben Alkhatiri meminta agar pihak Pemprov Sumsel melakukan penertiban PT Bau dan PT Kalog, untuk stop dan bongkar muat batubara di samping mesjid Ki Marogan, Kertapati.
“Mereka ingin hidup sehat dan tidak perlu was was, kalau hujan air limbah batubara sering langsung masuk rumah dan kalau kemarau debu nya sampai ke tanggabuntung,” ujar Ruben, saat menyampaikan orasi di depan Kantor Gubernur Sumsel.
Dikatakan Ruben, Amphibi berharap pihak Gubernur Sumsel dapat membuat tim investigasi untuk dilapangan, apakah sesuai dengan aturan, apa belum yang telah dilakukan PT Bau dan PT Kalog yang di lapangan,” tandasnya.
Ditambahkan Yan Coga, Ketua Garda Api sekaligus Koordinator Lapangan (Korlap) mengatakan, dampak yang ditimbulkan dari pencemaran lingkungan kedua PT ini, menimbulkan banyaknya ikan dan udang mati. Bila perlu, cabut izin perusahaan tersebut, jangan jadikan masyarakat menjadi korban.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemprov Sumsel, H Nasrun Umar mengatakan, apresiasi yang setinggi-tingginya atas aspirasi masyarakat yang sudah disalurkan pada kanal yang benar, dengan elegan dan terdidik. Ini merupakan kontrol bagi pemerintah untuk kesejahteraan rakyat.
“Hari ini, akan kita lakukan koordinasi dengan pemerintah kota dan akan kita turunkan kelapangan. Sama-sama kita pantau, dimana letak kesalahannya. Tapi Kita harus fair, kalo disisi investasi itu menguntungkan kita harus terima, jika mereka melakukan pelanggaran, kita akan melakukan aturan yang tegaskan,” terangnya.
“Beri kami waktu untuk melakukan korektif yang sangat akomodatif yang di sampaikan tadi untuk melakukan pengecekan, yakin dan percayalah Insyaallah seorang Sekda Pemprov Sumsel akan berdiri dimana kepentingan masyarakat Sumsel harus di kedepankan,” tutupnya.
Editor : Selfy














