HEADLINE

Cuaca Ekstrim, Warga Purwakarta Diimbau Tetap Waspada

×

Cuaca Ekstrim, Warga Purwakarta Diimbau Tetap Waspada

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta dan semua elemen masyarakat harus bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem dampak dari La Nina.

Sebab, La Nina di Kabupaten Purwakarta berpotensi menyebabkan bencana alam karena curah hujan, seperti longsor, banjir, dan angin puting beliung.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta, Wahyu Wibisono mengatakan, fenomena La Nina bisa memajukan musim hujan lebih awal dari seharusnya.

“Harusnya sekarang ini sedang musim kering. Karena La Nina, bulan Oktober sampai Desember hujan. Perkiraan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), puncak musim hujan di Kabupaten Purwakarta kemungkinan sampai bulan Februari 2022,” ucap pria yang akrab disapa Wibi, saat dihubungi melalui telepon selulernya, pada Senin (01/11/2021)

Mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam, sambung dia, Pemkab Purwakarta melalui DPKPB mempersiapkan rencana kontijensi bencana di Kabupaten Purwakarta.

“Kami sudah melakukan pengkajian terkait dengan antisipasi risiko bencana memasuki musim hujan yang akan datang. La Nina itu kalau kita menyebutnya hidrometeorologi. Kami juga pada bulan September 2021 sudah berkirim surat ke seluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Purwakarta soal potensi La Nina,” ucap Wibi.

Wibi menyebut jika melihat peta seluruh wilayah berpotensi longsor pada musim penghujan ini. Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat tetap waspada ketika turun hujan, apalagi jika intensitasnya tinggi.

“Kami telah menguatkan komunikasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk menyiagakan pasukan gabungan yang terdiri dari unsur TNI/Polri, BPBD, Tagana, termasuk relawan dari forum relawan penanggulangan bencana dan pramuka,” ungkapnya.

Selain pasukan, ia juga mengaku telah menyiagakan peralatan untuk penanggulangan bencana alam, diantaranya perahu karet, alat selam, alat berat yang dibantu dari dinas teknis, dapur umum, termasuk tim dan peralatan kesehatan.

“Ini sebagai antisipasi, mudah-mudahan bencana alam tidak terjadi. Terpenting Kita harus jaga alam, maka alam pun akan menjaga kita,” harap Wibi