[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Cucu durhaka, hanya terdesak membayar hutang koperasi, tega memukul neneknya, hingga berdarah dan merampas kalung emas seberat dua suku. Tak hanya itu, Ryan Adinata Alias Corong (28) juga mengambil uang sebanyak Rp 270 ribu di kamar rumah nenek Taslimah (80), di Jalan Lukman Idris RT 015 RW 03 Kelurahan Sukodadi Kecamatan Sukarami Palembang, pada Sabtu (23/10/2021) pukul 10.30 WIB. Akibatnya tersangka harus berurusan dengan anggota Tekab Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang, Jumat (29/10/2021).
Kejadian ini diperkuat dengan adanya laporan Purwanto (68) warga Perum Sukadamai RT 09 RW 03 Kelurahan Talang Betutu Kecamatan Sukarami Palembang, ke Mapolrestabes Palembang.
“Berangkat dari laporan tersebut, anggota kita Unit Pidum pimpinan AKP Robert Perdamaian Sihombing, melakukan penyelidikan. Ketika tersangka hendak melarikan diri ke Pagaralam, tepatnya saat mobil travel yang ditumpanginya menunggu penumpang, disaat itulah kita ringkus. Kini tersangka masih terus menjalani pemeriksaan intensif penyidik,” papar Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi, saat press release.

Kompol Tri Wahyudi menjelaskan, kronologis kejadian berawal saat korban dan tersangka ada dilokasi. Tersangka yang gelap mata terdesak bayar hutang, melihat korban guling ditempat tidur memakai kalung emas seberat dua suku langsung dirampas. Tak hanya itu, tersangka juga mengambil uang sebesar Rp 270 ribu dibawah bantal.
“Saat itu sempat tarik menarik kalung. Bahkan, korban sempat melawan, sehingga tersangka memukul korban di bagian mata, leher dan telinga hingga mengeluarkan darah,” ujarnya.
Kasat Reskrim menambahkan, dari hasil interogasi petugas tersangka mengaku terdesak pembayaran hutang koperasi sebesar Rp 2 juta.
“Menurut pengakuannya, tersangka menjual kalung korban di pasar sebesar Rp 5 juta. Lalu uang tersebut dipergunakannya untuk membayar koperasi Rp 2 juta dan sisanya untuk ke Pagaralam dan makan sehari-hari,” bebernya.














