Reporter : Rony Body
PAGAR ALAM, Mattanews.co – Dampak dari wabah virus corona di kota Pagaralam sudah menyentuh semua liding sektor. Hal tersebut juga sangat berdampak pada subsektor kopi Pagaralam dari hulu sampai ke hilir ( petani sampai produsen). Dampak pada kopi yang merupakan salah satu komoditas unggulan kota Pagaralam, kota sejuk di kaki gunung Dempo Sumatera Selatan ini yaitu di sisi harga yang tidak menentu dan pesanan pada sektor produsen kopi turun drastis di saat wabah pandemi corona sekarang ini.
Otex, salah satu produsen kopi robusta Pagaralam Grade 1 dengan merek dagang Cemehe Coffee saat berbincang dengan Mattanews.co Minggu 19 April 2020 menyatakan kondisi pihaknya produsen kopi robusta Grade 1 sekarang ini sangat tak menentu atau dengan kata lain nyaris gulung tikar. “Pesanan kopi saat ini belum ada yang pasti, karena penundaan pesanan mengakibatkan harga spek kopi Grade 1 belum bisa di pastikan nilainya berapa. Yang pasti harga pasar di pulau jawa akan menjual lebih murah nilainya dari harga spek di Sumatera, dikarenakan barang menumpuk sementara pembeli berkurang,” tuturnya.
Sambungnya, pesanan kopi turun sangat drastis di hulu karena dampak virus covid-19, sampai saat ini belum ada pemesan kopi yang tandatangan kontrak dengan kami di Karenakan tutupnya kedai kedai kopi yang ada di hilir sehingga pembelian kopi sangrai atau kopi bubuk dari kedai langganan stop sampai waktu tidak ditentukan. “Padahal sebelumnya Cemehe coffee sudah tembus pasar negara tetangga Malaysia dan pasar Nasional pelanggan dari kota Palembang, Pekan Baru, Bangka Belitung, Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya,” ungkap Otex lesu.
“Semoga wabah virus corona cepat berakhir, harapan kami para pembeli kopi Robusta Grade 1 kota Pagaralam bisa memastikan kontrak pesanannya,” tutupnya.
Editor : Anang














