MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., mengatakan alat peringatan dini mengantisipasi terjadinya Tsunami dengan memasang alat Early Warning System (EWS) sudah terpasang pada lima titik lokasi dan semuanya berfungsi dengan baik.
“Jadi begini, kesiapan kita dalam hal antisipasi terjadinya Tsunami maupun bencana di tepi pantai dengan memasang alat peringatan EWS,” kata Bupati Tulungagung Drs Maryoto Birowo, M.M., didampingi Wakil Bupati H.Gatut Sunu Wibowo, S.E., usai mendampingi Menteri Sosial RI Tri Rismaharini di Desa Keboireng Kecamatan Besuki, Sabtu (25/12/2021).
Bupati Maryoto menambahkan, alat untuk mendeteksi Tsunami tersebut sudah dilakukan pengujian terlebih dahulu sebelum dipasang. Hal itu dilakukan guna menghindari kepanikan masyarakat bilamana terjadi bencana.
Memasang alat tersebut pada lima titik diantaranya berada di pantai Sine, pantai Popoh, pantai Sidem, pantai Klathak, dan pantai Brumbun.
“Iya benar, mengingat warga yang tinggal di tepi pantai itu banyak juga,” tambahnya.
“Sedangkan wilayah Tulungagung sangat rawan terjadinya tsunami diantaranya mulai pantai Sine, Brumbun, Gerangan, Popoh, Sidem, Gemah, dan Klatak,” imbuhnya.
Lebih lanjut Maryoto menjelaskan, kedatangan Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini dalam rangka inspeksi mendadak (Sidak) mengecek bantuan lumbung sosial.
Namanya juga lumbung merupakan tempat penyimpanan dalam rangka mengantisipasi dampak terjadinya bencana. Ketepatan wilayah Tulungagung di pantai selatan banyak yang menghuni wilayah tersebut.
“Bantuan logistik kebencanaan untuk Tulungagung senilai total Rp.338.108.759,- diantaranya berupa barang Buffer stock senilai Rp.181.074.160,- barang lumbung sosial Rp.138.608.114,- dan barang Hadiah Tidak Tertebak (HTT) Rp.18.426.485 yang diserahkan langsung oleh Ibu Mensos Tri Rismaharini,” terangnya.
“Makanya, didirikan pada dua titik tempat lumbung sosial yaitu Desa Keboireng dan Desa Besole,” sambungnya.
Kemudian untuk jalur evakuasi itu, lebih dalam Maryoto memaparkan, sebenarnya banyak yang sudah kita siapkan diantaranya terdapat pantai Gemah, Klatak, Sidem dan pantai Sine.
Hal itu, guna memberikan proteksi kepada masyarakat Tulungagung yang bertempat tinggal di tepi pantai.
“Dengan kondisi sedemikian rupa, maka kepedulian Ibu Mensos melakukan sidak guna memastikan apakah bantuan itu sudah sampai didaerah dan dimanfaatkan masyarakat, ternyata sudah bisa,” paparnya.
“Iya benar, bantuan sosial itu sudah dimanfaatkan di desa Besole ketika terjadi bencana kebakaran kondisi habis tidak punya apa-apa, maka kita berikan bantuan berupa sembako siap saji, selimut, makanan ringan,” imbuhnya.
Menurut Bupati Maryoto, pengertian lumbung sosial merupakan kesiapsiagaan jika terjadi bencana, namun semoga tidak, bilamana benar musibah itu terjadi maka sudah siap siaga.
“Pada intinya, untuk lumbung sosial itu ada pada dua titik di Desa Keboireng dan Desa Besole, dan kedua titik tersebut sudah dilakukan dideteksi dan diprogramkan jika memang bencana terjadi warga yang akses tertutup tetap terpenuhi kebutuhan untuk sehari-hari,” pungkasnya.














