MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG — Komandan Kodim (Dandim) 0807 Tulungagung, Letkol Arh Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han., turun langsung meninjau proses pengerjaan pembangunan Jembatan Garuda di Dusun Ngampel, Desa Joho, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Senin (6/4/2026). Peninjauan ini menandai keseriusan percepatan proyek infrastruktur yang dinilai krusial untuk membuka akses dan mendorong pertumbuhan wilayah pedesaan.
Kehadiran Dandim di lapangan bukan sekadar agenda seremonial. Ia memastikan langsung kondisi titik pembangunan yang diproyeksikan menjadi jalur penghubung penting bagi mobilitas warga, sekaligus mempertegas dukungan TNI terhadap percepatan pembangunan desa.
Menurut Hanny, pembangunan Jembatan Garuda memiliki arti strategis karena akan menjawab kebutuhan dasar masyarakat terhadap akses yang aman, cepat, dan layak.
“Untuk di wilayah Kecamatan Kalidawir ini ada dua titik pembangunan Jembatan Garuda. Selanjutnya kami juga meninjau di wilayah Kecamatan Pagerwojo dan Kecamatan Kauman, masing-masing juga ada dua titik,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan jembatan tidak boleh dipandang hanya sebagai proyek fisik semata, melainkan bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kami ingin memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan baik. Jembatan ini nantinya sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan mempercepat konektivitas antarwilayah,” imbuhnya.
Dalam peninjauan tersebut, Dandim didampingi Danramil Kalidawir Kapten Inf Didik Iriyanto, Camat Kalidawir Rusdianto, Pasi Intel Kodim 0807 Tulungagung Lettu Czi Abu Hasan, serta Kepala Desa Joho Ahmad Nurroini. Kehadiran unsur TNI, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa menunjukkan bahwa proyek ini dipersiapkan melalui kolaborasi lintas sektor.
Dorong Ekonomi Warga hingga Akses Pendidikan
Dandim menjelaskan, kehadiran Jembatan Garuda nantinya akan berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat. Selama ini, keterbatasan akses dinilai masih menjadi kendala bagi warga dalam menjalankan kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga menjangkau layanan kesehatan.
“Dengan adanya jembatan baru ini, mobilitas warga tentu akan semakin lancar. Ini akan sangat membantu kegiatan ekonomi masyarakat, akses anak-anak sekolah, hingga kebutuhan pelayanan kesehatan,” katanya.
Pembangunan infrastruktur seperti jembatan, lanjut dia, merupakan fondasi penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah Tulungagung bagian selatan yang masih membutuhkan penguatan konektivitas antarwilayah.
Dibiayai Pemerintah Pusat, Warga Diminta Dukung Penuh
Hanny juga mengungkapkan bahwa pembangunan Jembatan Garuda akan menggunakan sumber anggaran dari pemerintah pusat. Karena itu, ia berharap seluruh tahapan pelaksanaan dapat berjalan sesuai target dan menghasilkan manfaat jangka panjang yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia pun menekankan pentingnya dukungan warga sekitar agar proses pembangunan dapat berlangsung aman, tertib, dan tanpa hambatan.
“Kami berharap masyarakat ikut mendukung penuh. Jika semua unsur bergerak bersama, pembangunan ini bisa berjalan lancar dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ajakan itu dinilai penting mengingat keberhasilan pembangunan infrastruktur di desa tak hanya bergantung pada pemerintah dan pelaksana proyek, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat sebagai penerima manfaat utama.
Jadi Pengungkit Pemerataan Pembangunan
Jembatan Garuda dipandang sebagai salah satu kebutuhan mendesak di kawasan tersebut karena memiliki fungsi vital sebagai penghubung aktivitas harian warga. Jika terealisasi tepat waktu, infrastruktur ini diyakini akan menjadi pengungkit pertumbuhan kawasan sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di Tulungagung.
Usai meninjau titik pembangunan di Kecamatan Kalidawir, Dandim 0807 Tulungagung bersama rombongan melanjutkan kunjungan kerja ke wilayah Kecamatan Pagerwojo dan Kecamatan Kauman untuk meninjau titik-titik rencana pembangunan lainnya.
Dengan dimulainya tahapan persiapan ini, masyarakat kini menaruh harapan besar agar proyek Jembatan Garuda segera terealisasi. Sebab bagi warga desa, jembatan bukan sekadar bangunan penghubung melainkan jalur masa depan yang menentukan laju ekonomi, pendidikan, dan kemajuan wilayah.














