MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Peran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pemantauan keamanan wilayah, tetapi juga menyangkut kepedulian terhadap kondisi sosial dan kesulitan yang dihadapi warga. Penegasan itu tercermin dalam kegiatan Babinsa Koramil 1206-15/Suhaid bersama masyarakat memperbaiki jalan gertak di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan Babinsa Koramil 1206-15/Suhaid, Sertu Yudha Purnomo, bersama warga setempat. Mereka menangani bagian jalan yang mengalami kerusakan dengan memanfaatkan tenaga dan sumber daya yang tersedia untuk mendukung kelancaran akses masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dandim 1206/Putussibau, Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, mengatakan Babinsa memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi dengan masyarakat, memahami kondisi wilayah binaan, serta mendukung kegiatan sosial sesuai tugas dan kewenangannya.
“Babinsa perlu memahami kondisi wilayah dan kesulitan yang dihadapi masyarakat. Keterlibatan dalam kegiatan seperti perbaikan fasilitas umum merupakan bentuk kepedulian yang dapat dirasakan langsung oleh warga,” ujarnya.
Menurut Dandim, kedekatan antara aparat kewilayahan dan masyarakat perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Kehadiran Babinsa di tengah warga diharapkan dapat memperkuat komunikasi, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mendorong semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai kebutuhan di lingkungan desa, “ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa pembinaan teritorial tidak berhenti pada pemantauan situasi keamanan.
“Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting untuk mengetahui persoalan yang berkembang di wilayah binaan, termasuk kebutuhan terhadap fasilitas umum yang menunjang aktivitas warga, “ujar Dandim.
Dalam konteks tersebut, gotong royong memperbaiki jalan gertak di Desa Tanjung Harapan menjadi salah satu bentuk keterlibatan Babinsa dalam mendukung kepentingan masyarakat.
“Kegiatan ini sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan warga melalui kerja bersama yang berorientasi pada kebutuhan lingkungan, “tutur Dandim.
Dandim menilai, pemeliharaan infrastruktur desa perlu mendapat perhatian secara berkelanjutan. Jalan gertak yang digunakan masyarakat harus dirawat agar tetap layak dan aman dilalui.
“Untuk itu, koordinasi antara warga, pemerintah desa, dan pihak terkait diperlukan sesuai tugas serta tanggung jawab masing-masing, “kata Dandim.
Selain membantu penanganan kerusakan, kegiatan gotong royong juga mendorong masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas yang digunakan bersama. Partisipasi warga menjadi salah satu unsur penting dalam memastikan infrastruktur desa tetap berfungsi dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Dandim berharap, melalui peran Babinsa, komunikasi antara masyarakat dan aparat kewilayahan diharapkan terus terpelihara.
“Informasi mengenai kebutuhan warga dapat menjadi bahan koordinasi dengan pihak berwenang sehingga persoalan di tingkat desa dapat ditangani sesuai kapasitas dan kewenangan yang tersedia, “tuturnya.
Andreas menambahkan, perbaikan jalan gertak di Desa Tanjung Harapan menjadi gambaran bahwa pembinaan teritorial dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap kebutuhan sehari-hari masyarakat.
“Sinergi antara Babinsa dan warga diharapkan terus memperkuat semangat gotong royong, menjaga hubungan harmonis, serta mendukung pembangunan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, “pungkasnya mengakhiri. (*)














