BeritaBERITA TERKININUSANTARA

Dari Doa ke Titik Temu: Perjalanan 24 Jam Mencari M. Muhtar di Sungai Ensilat Kabupaten Kapuas Hulu 

×

Dari Doa ke Titik Temu: Perjalanan 24 Jam Mencari M. Muhtar di Sungai Ensilat Kabupaten Kapuas Hulu 

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Harapan keluarga dan warga Dusun Cahaya Kita Sungai Ramah menemui titik terang. Sabtu (7/3/2026) pukul 11.40 Web jenazah M. Muhtar (79) ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi tenggelam di Sungai Ensilat, Desa Dangkan Kota, Kecamatan Silat Hulu.

Penemuan oleh warga mengakhiri pencarian intensif tim gabungan yang dimulai Jumat sore.

Peristiwa bermula Jumat (6/3) sekitar pukul 16.00 WIB. Menurut penuturan tetangga, Pak Muhtar pamit memeriksa perangkap ikan di bantaran sungai tak jauh dari rumahnya di RT 06 RW 03.

Ia biasa berangkat sendiri meski keluarga kerap mengingatkan agar menunggu anak atau cucu menemaninya.

“Bapak memang tenang, jalan pelan, tapi suka bergerak sendiri,” ujar Supriadi (52), keponakan korban jiwa di posko pencarian.

Sekitar pukul 17.30 WIB, warga melihat sandal dan tongkatnya di tepi sungai; permukaan air tampak beriak, tapi batang tubuh tidak kelihatan. Kabar langsung diteruskan ke Kepala Dusun, lalu ke Polsek Silat Hulu dan Koramil 1206-17.

Basarnas Sintang diberangkatkan malam itu juga. “Medan agak gelap, kami pasang titik kumpul di dermaga kecil, bagi sektor pencarian 2 km ke hilir,” kata M. Rasidi koordinator Basarnas Sintang. Ia didampingi Eko Sura, Hendri, Heritus Sutarji, dan Bripda Karinsius.

Hari Jumat, tim dipimpin Aiptu Tugur Pranoto (Polsek Silat Hulu), bersama Aipda K.S. Pangaribuan, Bripka M. Derry W.S, Brigadir Guntur Pratama Awali, dan Briptu Imanuel W. Tarihoran, S.H., menyisir tepian dengan senter dan tali pengaman.

Kopda Yulianto dari Koramil ikut membuka jalur di semak. Warga mengayuh perahu kayu, melepas penerangan darurat, sementara perempuan dusun menyiapkan minuman hangat.

Pencarian dihentikan sementara pukul 23.30 WIB karena jarak pandang minim.

Sabtu pagi, 06.00 WIB, penyisiran dilanjutkan. Arus Ensilat sedang lambat

Pukul 11.40 WIB, teriakan terdengar dari hilir Pak Rohman (47), petani sawah, melihat sesuatu tersangkut di ranting dekat liku sungai.

Beberapa warga dan Bripka Derry mendekat, memastikan ciri pakaian korban. Kabar segera disampaikan ke posko.

Keluarga menjemput di tepi sungai doa-doa lirih terdengar. Setelah pemeriksaan luar dan koordinasi dengan petugas kesehatan setempat, polisi mencatat kejadian sebagai kecelakaan.

Keluarga sepakat jenazah langsung dimakamkan di pemakaman umum Dusun Cahaya Kita/Sungai Ramah, ba’da zuhur.

Kapolsek Silat Hulu, melalui Aiptu Tugur, menyampaikan duka dan mengimbau warga lanjut usia menghindari bantaran tanpa pendamping. (*)