BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Dari Foto Tukang Becak Tulungagung, Lahir Program Nasional Becak Listrik Presiden Prabowo Subianto

×

Dari Foto Tukang Becak Tulungagung, Lahir Program Nasional Becak Listrik Presiden Prabowo Subianto

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Program becak listrik nasional yang kini menyentuh ribuan pengayuh becak di berbagai daerah ternyata berawal dari sebuah pertemuan sederhana antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Gerakan Solidaritas Nasional sekaligus Presiden Becak Listrik Nasional, Nanik S Deyang.

Hal itu diungkapkan Nanik saat mendampingi Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., di hadapan wartawan di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Sabtu (10/1/2026), usai penyerahan 200 unit becak listrik bantuan Presiden RI Prabowo Subianto untuk Kabupaten Tulungagung.

Nanik mengisahkan, ide besar tersebut bermula saat dirinya bertemu Presiden Prabowo ketika masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Dalam pertemuan itu, ia memperlihatkan foto para pengayuh becak dari Tulungagung yang telah puluhan tahun bekerja keras, bahkan masih harus menyewa becak secara harian.

“Waktu itu saya bawa foto pembecak dari Tulungagung. Dari situlah lahir ide becak listrik dari Pak Presiden Prabowo. Beliau melihat para pengayuh becak ini sudah sepuh, puluhan tahun bekerja, tapi belum punya aset sendiri. Maka muncul gagasan memberi mereka alat kerja yang layak,” ujar Nanik.

Gagasan tersebut kemudian direalisasikan melalui produksi massal becak listrik yang melibatkan PT Pindad. Setiap unit becak listrik memiliki nilai sekitar Rp22 juta dan diberikan sebagai aset, bukan bantuan simbolis.

“Ini bukan bantuan kecil. Ini aset. Presiden ingin para pengayuh becak, terutama yang sepuh-sepuh, dimanusiakan dan punya alat kerja yang lebih layak,” tegasnya.

Menurut Nanik, sejak 2024 hingga 2025 telah disalurkan sekitar 6.000 unit becak listrik. Memasuki awal 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 11.000 unit. Program ini ditargetkan mencapai 82.000 unit becak listrik hingga tahun 2028, yang seluruhnya bersumber dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto.

Selain Tulungagung, penyaluran becak listrik juga akan dilakukan di Kabupaten Trenggalek serta daerah lain seperti Malang, Lumajang, hingga Surabaya. Pada tahun 2026 saja, pemerintah menargetkan minimal 30.000 unit becak listrik dibagikan ke berbagai wilayah.

“Tulungagung mendapat perhatian khusus karena dari sinilah sejarah program becak listrik ini bermula,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan, becak listrik bantuan Presiden tersebut tidak boleh diperjualbelikan dalam bentuk apa pun.

“Ini amanah Presiden. Becak listrik ini untuk bekerja dan meningkatkan kesejahteraan. Kalau sampai dijual, tentu ada konsekuensi,” pungkasnya.

Dengan program ini, pemerintah berharap para pengayuh becak tidak hanya terbantu secara ekonomi, tetapi juga mendapatkan kembali martabat dan masa depan yang lebih layak melalui alat kerja modern yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.