MATTANEWS.CO, PALI – Program Pertanian Mandiri untuk Desa Tangguh (PERMATA) di Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mulai panen hasil. Di bawah bimbingan PT Pertamina EP Adera Field, lahan tidur kini disulap jadi kawasan pertanian produktif yang menghidupi puluhan kepala keluarga.
Bukan sekadar tanam-panen. Program TJSL Pertamina ini membangun ekosistem pertanian dari hulu ke hilir: dari bibit, pelatihan, hingga akses pasar.
Dukungan penuh Adera Field:
1. Sarana Produksi: Bibit unggul, pupuk, dan alat pertanian modern
2. Pelatihan Teknis: Pendampingan penyuluh dari olah lahan hingga pasca panen
3. Penguatan Kelompok: Pembinaan manajemen kelompok tani agar mandiri
4. Akses Pasar: Membuka jejaring agar hasil panen bernilai jual tinggi
Kisah Sarbeni, Local Hero yang Ubah Cara Bertani
Manfaat itu dirasakan langsung oleh Sarbeni, local hero Kelompok Tani Barokah Desa Pengabuan. Ia menjadi saksi transformasi pertanian di desanya.
“Kehadiran PERMATA benar-benar mengubah cara pandang kami. Kami diajari kelola lahan lebih modern, kenali varietas lokal unggulan, hingga tangani hama secara ramah lingkungan. Anggota kelompok kini lebih solid dan semangat karena hasil panen terus meningkat,” ujar Sarbeni saat ditemui di lokasi, Kamis (14/09/2026).
Dulu, petani hanya menjual gabah mentah dengan harga murah. Kini berbeda.
“Dulu jual gabah mentah murah. Sekarang berkat Pertamina, kami bisa olah sendiri jadi beras kemasan berkualitas yang harganya lebih tinggi di pasar,” imbuhnya.
Padi Srai, Varietas Lokal Sejak 1991 yang Jadi Andalan
Salah satu kunci sukses adalah optimalisasi Padi Srai, varietas lokal asli Desa Pengabuan yang dibudidayakan sejak 1991. Dinamai Srai karena tumbuh rimbun seperti serai, dengan anakan 25-50 batang per rumpun.
Keunggulannya: tahan hawar daun dan blas, agak tahan wereng dan tungro, serta cocok di sawah tadah hujan maupun irigasi. PERMATA mengadopsi penuh varietas ini sebagai upaya menjaga kearifan lokal dan memperkuat ketahanan pangan.
Tidak Bakar Jerami, Tapi Jadi Cuan: Pertanian Sirkular
Inovasi lain yang menarik adalah pemanfaatan limbah. Jerami pasca-panen tidak lagi dibakar.
Jerami kini diolah menjadi pakan ternak ruminansia dan difermentasi menjadi Biofoam – wadah ramah lingkungan pengganti styrofoam.
Hilirisasi produk juga berjalan:
Produk KWT Selaras Alam: Mengolah TOGA menjadi minuman herbal instan siap saji seperti wedang cangkring, jahe, dan kunyit asam.
Produk Kelompok Tani Barokah: Beras lokal premium kemasan bermerek Mentik, Ngace, dan Padi Srai Original yang memberi nilai tambah ekonomi.
Melalui kerangka NEWS Framework (Nature, Economy, Wellbeing, Society), PERMATA berkontribusi pada SDGs 2, 8, 12, 13, dan 15.
Bukan CSR Seremonial
Manager Community Involvement and Development (CID) Pertamina Hulu Rokan Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan program ini bukan bantuan sosial biasa.
“Ini bukan sekadar CSR seremonial, tapi ekosistem holistik dari hulu ke hilir. Kami ingin PERMATA Pengabuan jadi contoh desa tangguh. Targetnya bukan hanya panen, tapi kelompok bisa jalan sendiri, punya pasar, dan tingkatkan pendapatan. Ini komitmen kami dukung ketahanan pangan nasional,” katanya.
Pemerintah Desa Pengabuan pun mengapresiasi. “Kami dukung penuh. Kalau PERMATA berhasil, Pengabuan bisa jadi percontohan desa mandiri pangan di PALI,” ucap Supriyanto Kades Pengabuan.
Tantangan masih ada: akses air saat kemarau, serangan hama, dan kepastian pasar. Namun dengan sinergi perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, Pengabuan membuktikan kemandirian bisa tumbuh bukan hanya dari migas, tapi juga dari tanahnya sendiri.














