MATTANEWS.CO, OKI – Di tengah riuh tawa anak-anak yang memenuhi halaman Festival Literasi OKI 2025, Bunda Literasi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Hj. Ike Muchendi, terlihat memeluk erat sebuah buku berwarna cerah bertajuk Yuk Gotong Royong!. Sederhana, tapi dari buku itulah ia menaruh harapan besar: agar anak-anak mengenal kembali makna kebersamaan yang mulai memudar.
“Gotong royong bukan hanya tradisi, tapi karakter bangsa. Saya ingin anak-anak memahami itu sejak dini, lewat cerita yang mereka sukai,” kata Ike usai peluncuran buku yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Literasi OKI 2025 di Kayuagung.
Buku Yuk Gotong Royong! hadir dengan kisah ringan dan ilustrasi yang hangat. Dikisahkan sekelompok anak di sebuah kampung belajar bekerja sama membersihkan lingkungan mereka. Cerita sederhana itu membawa pesan besar bahwa kebersamaan, saling tolong, dan kepedulian sosial harus tumbuh dari usia dini.
“Buku ini kami rancang agar mudah dipahami anak-anak, baik dari sisi bahasa maupun gambar. Saya ingin mereka tidak hanya membaca, tapi juga merasakan nilai yang ada di dalamnya,” tutur Ike.
Edisi perdana buku ini dicetak sebanyak 5.000 eksemplar dengan dukungan Penerbit Erlangga dan PT Sampoerna Agro. Ribuan eksemplar tersebut akan disebarkan ke PAUD, sekolah dasar, pojok baca, hingga perpustakaan umum di seluruh wilayah OKI.
Bupati Ogan Komering Ilir, H. Muchendi Mahzareki, yang turut hadir dalam peluncuran buku itu, menyebut karya istrinya sebagai simbol dari semangat literasi yang tumbuh dari rumah dan menginspirasi masyarakat.
“Ini bukan sekadar buku anak-anak. Ini ajakan untuk kembali mengenali jati diri bangsa kita. Gotong royong adalah akar yang harus dijaga, dan literasi menjadi salah satu cara paling indah untuk melakukannya,” ucap Bupati.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten OKI akan terus memberi ruang bagi inisiatif-inisiatif yang menumbuhkan budaya baca dan semangat belajar di masyarakat. “Anak-anak yang gemar membaca hari ini adalah generasi yang berpikir luas dan berjiwa besar,” ujarnya.
Beberapa anak tampak duduk bersila, membuka halaman demi halaman buku baru itu. Di mata mereka, gambar-gambar penuh warna tampak hidup. Dari cerita kecil yang mereka baca, sebuah nilai besar sedang tumbuh, yakni Keluhuran nilai gotong royong yang dulu dijaga nenek moyang, kini ditanam kembali lewat lembaran buku sederhana.
Sementara itu, Duta Literasi Sumatera Selatan, Dr. Ratu Teni Leriva, juga memberikan apresiasi atas terbitnya buku tersebut. Ia menilai karya itu bukan hanya bacaan edukatif, tapi juga kontribusi nyata dalam memperkuat karakter bangsa melalui literasi anak.
“Yang dilakukan Ibu Ike dan Pemkab OKI ini patut dicontoh. Pemerintah daerah yang hadir dan mendukung gerakan literasi adalah fondasi penting bagi tumbuhnya ekosistem literasi yang berkelanjutan,” tandasnya.














