BERITA TERKININUSANTARATNI DAN POLRI

Dari Lapangan Upacara SMPN 1 Putussibau, Kapolres Kapuas Hulu Tabuh Genderang Perang Lawan Narkoba

×

Dari Lapangan Upacara SMPN 1 Putussibau, Kapolres Kapuas Hulu Tabuh Genderang Perang Lawan Narkoba

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Lonceng bahaya narkoba telah berdentang keras di jantung Kota Putussibau ibukota Kabupaten Kapuas Hulu. Sasaran empuknya bukan lagi orang dewasa, melainkan anak-anak berseragam putih biru yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.

Mereka adalah generasi emas, namun di balik tawa polos mereka, bayang-bayang gelap narkoba dan minuman keras mengintai, siap menerkam dan menghancurkan masa depan dalam sekejap.

Melihat ancaman yang kian nyata dan tidak bisa ditunda lagi, orang nomor satu di Polres Kapuas Hulu memilih tidak tinggal diam di balik meja kantor.

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wisnu Perdana Putra, S.H., S.I.K., M.M., CBA turun gunung, berdiri tegak di tengah lapangan upacara SMPN 1 Putussibau, Senin (19/10/2026) pagi, menatap tajam ratusan pasang mata pelajar yang menjadi tumpuan harapan keluarga dan daerah.

Pukul 07.00 WIB, udara Putussibau masih berkabut tipis. Namun suara lantang Kapolres memecah keheningan, memberikan tamparan keras yang penuh kasih sayang bagi para pelajar.

“JANGAN COBA-COBA! JANGAN HANCURKAN MASA DEPANMU SENDIRI ”
Itulah kalimat sakti yang dilontarkan Kapolres Wisnu saat menjadi pembina upacara dalam program Polisi Peduli Pendidikan.

Bukan sekadar ceramah, ini adalah peringatan dari seorang ayah kepada anak-anaknya, dari seorang pelindung kepada generasi yang ia cintai.

“Bagi para pelajar, masa sekolah ini adalah satu-satunya kesempatan emas untuk menimba ilmu, membangun karakter, dan merajut cita-cita setinggi langit. Kalian ingin jadi dokter, polisi, tentara, guru, bupati? Semua bisa kalian raih. Tapi ingat, kesempatan emas itu akan musnah, hancur lebur, tidak bersisa, apabila kalian sekali saja terjerumus dalam lingkaran setan narkoba dan miras,” kata Wisnu.

Di hadapan Kepala Sekolah, para guru, dan personel Polres, Kapolres membongkar modus licik peredaran narkoba yang kini menyasar anak sekolah. Berawal dari ajakan teman, traktir rokok, ajakan nongkrong, hingga bujuk rayu “coba sekali tidak akan ketagihan”. Padahal, sekali mencoba, hidup bisa hancur selamanya.

“Penyesalan selalu datang terlambat. Ketika kalian sudah terjerat, yang menangis bukan hanya kalian, tapi ibu dan ayah kalian di rumah. Mereka yang banting tulang menyekolahkan kalian,” tegasnya.

Peringatan diperkuat dengan fakta-fakta mengerikan yang disampaikan oleh Kapolres yang membuat bulu kuduk merinding.

Satu linting ganja, satu pil koplo, satu teguk miras oplosan, bisa merusak otak, merusak ginjal, membuat putus sekolah, dikucilkan teman, hingga masuk penjara. Tidak ada masa depan bagi pecandu. Yang ada hanya penyesalan di balik jeruji besi.

“Usia kalian adalah usia mencari jati diri. Rasa ingin tahu tinggi. Itu wajar. Tapi jangan salah gunakan rasa ingin tahu itu untuk mencoba narkoba. Kalau ada teman yang mengajak, katakan TIDAK! Lari, laporkan kepada guru, orang tua, atau kami polisi,” ujar Kapolres.

Ia menjelaskan, Polres Kapuas Hulu tidak main-main dalam perang melawan narkoba. Namun penindakan saja tidak cukup. Pencegahan dari hulu, dari sekolah, dari keluarga, adalah kunci utama.

Momen paling mengharukan terjadi saat Kapolres mengubah paradigma polisi di mata pelajar. Selama ini polisi dianggap menakutkan. Hari ini, AKBP Wisnu Perdana Putra menunjukkan bahwa polisi adalah sahabat, kakak, dan pelindung.

“Jangan takut sama polisi. Kami ada di sini untuk kalian. Jika ada yang membully, ada yang mengajak hal-hal negatif, ada yang melihat peredaran narkoba di sekitar sekolah atau di kampung, segera lapor. Hubungi guru kalian, atau langsung Call Center Polri 110. Gratis, 24 jam, kami akan datang,” ungkapnya.

Pesan itu disambut tepuk tangan riuh ratusan siswa SMPN 1 Putussibau.

Kegiatan yang turut dihadiri Kabag Ren Polres Kapuas Hulu AKP Amrullah, S.H., Kepala SMPN 1 Putussibau Hari Purnomo Aji, para guru, dan personel Polres Kapuas Hulu ini berakhir sekitar pukul 09.00 WIB.

Kepala SMPN 1 Putussibau, Hari Purnomo Aji, dengan mata berkaca-kaca mengucapkan terima kasih. Ia mengaku resah dengan maraknya informasi peredaran narkoba yang menyasar pelajar di Kalimantan Barat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres. Kehadiran beliau hari ini seperti oase, memberikan benteng moral bagi anak-anak kami. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti hari ini saja, tapi terus berlanjut. Selamatkan anak-anak kami,” ucapnya.

Ditambahkan Wisnu, melalui kegiatan ini, Polres Kapuas Hulu mengirim pesan keras kepada para bandar dan pengedar: JANGAN COBA-COBA SENTUH ANAK-ANAK KAMI DI KAPUAS HULU! Sekali menyentuh, hukum akan mengejar hingga ke akar-akarnya.

“Perang melawan narkoba di Kapuas Hulu kini tidak lagi hanya dilakukan di ruang penyidikan, tapi dimulai dari gerbang sekolah, dari lapangan upacara, dari hati para pelajar. Karena menjaga generasi muda bukan soal menangkap setelah mereka hancur, tapi mencegah sebelum mereka terjatuh, “tutup Kapolres AKBP Wisnu Perdana Putra. (*)

Penulis: Bayu Hary Widodo
Editor: Riki Okta Putra