MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Sorakan prajurit Yonif TP/927 Uncak Kapuas menggema di lapangan Lawit, Kelurahan Kedamin Hulu, kecamatan Putussibau Selatan. Peluh membasahi seragam, tawa pecah di peleton – peleton.
Hari Kemerdekaan ke-81 RI di satuan ini tidak hanya diisi khidmat upacara. Letkol Inf Jamrizal bersama seluruh prajurit memilih mengisi kemerdekaan dengan cara yang membakar semangat lomba antarbarak penuh makna.
Bagi Komandan, ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah cara menghidupkan kembali jiwa para pahlawan.
Danyonif TP 927/Uncak Kapuas Letkol Inf Jamrizal menegaskan, 17 Agustus harus dimaknai lebih dalam dari sekadar seremoni.
“Hari Kemerdekaan bukan sekadar seremoni upacara, tetapi momentum untuk menghayati nilai perjuangan, kebersamaan, dan semangat gotong royong para pahlawan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan,” tegas Letkol Jamrizal di sela kegiatan, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, kemerdekaan yang hari ini kita nikmati adalah hasil keringat, darah, dan persatuan. Maka, nilai itu harus terus dipupuk di tubuh TNI, khususnya di Yonif 927/UK
Untuk mewujudkan itu, Yonif 927/UK menggelar serangkaian perlombaan antarbarak. Tujuannya jelas mempererat kekompakan, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan semangat kerja sama dan sportivitas antar anggota.
Adapun perlombaan yang digelar antara lain:
1. Balap karung – adu cepat dengan tawa
2. Pukul bantal – uji keseimbangan dan mental
3. Futsal daster – kocak tapi butuh strategi
4. Makan kerupuk – kecepatan dan fokus
5. Lomba kebersihan tenda/barak – cerminan disiplin prajurit
6. Panjat pinang – puncak dari kerja sama tim
Lapangan yang biasanya menjadi pertandingan sepak bola, hari ini berubah menjadi arena keceriaan. Tapi jangan salah, di balik gelak tawa ada pelajaran penting.
Yang membuat lomba kali ini berbeda, menurut Letkol Inf Jamrizal, adalah esensi di dalamnya.
“Menariknya, setiap perlombaan tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik atau otot semata. Dibutuhkan strategi, kekompakan, komunikasi, kerja sama tim, kreativitas, dan semangat pantang menyerah untuk meraih kemenangan,” jelasnya.
Ia mencontohkan saat lomba panjat pinang. Tidak mungkin satu orang bisa naik. Harus ada yang jadi tumpuan, ada yang mengatur, ada yang berani mengambil risiko di puncak.
“Persis seperti para pendahulu kita. Kemerdekaan tidak diraih oleh satu orang. Tapi karena bersatu, saling mendukung, dan tidak kenal menyerah,” ujarnya.
Bagi Danyonif, setiap peluit, setiap sorakan, adalah pengingat.
“Semangat perlombaan menjadi gambaran sederhana dari perjuangan para pahlawan. Bersatu, saling mendukung, pantang menyerah, dan berjuang bersama untuk mencapai tujuan,” kata Letkol Jamrizal.
Ia berharap, nilai-nilai itu tidak berhenti di lapangan. Tetapi terbawa saat bertugas menjaga perbatasan, saat membantu masyarakat, dan saat mengabdi untuk bangsa.
Di akhir kegiatan, seluruh prajurit Yonif TP 927/Uncak Kapuas kompak meneriakkan:
“Dirgahayu Republik Indonesia!
Terus Bergerak, Terus Berkarya, dan Terus Mengabdi untuk Indonesia.”
“Dengan cara inilah Yonif 927/UK membuktikan memaknai kemerdekaan adalah dengan menguatkan persatuan. Karena selama kita kompak, Indonesia akan terus berdiri tegak, “tutup Danyonif TP 927/UK Letkol Inf Jamrizal. (*)














