MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Udara pagi di Kecamatan Bika, Kabupaten Kapuas Hulu, terasa berbeda pada Kamis (26/02). Deretan pohon dan semak belukar liar yang selama ini mendominasi sisi kanan dan kiri Jalan Bika mulai menghilang, berganti pemandangan jalan yang lebih terbuka, bersih, dan tertata.
Di balik perubahan itu, tampak puluhan personel Kodim 1206 Putussibau dengan seragam lapangan, sabit, parang, dan mesin pemotong rumput, bekerja dalam gelombang semangat gotong royong yang mengalir tanpa komando berlebihan.
Kegiatan karya bakti yang digelar sejak pagi itu dipimpin langsung oleh Kepala Tata Urusan Dalam (Katuud) Kodim 1206 Putussibau, Pelda Ruslan.
Dengan pembagian sektor sederhana sekelompok memangkas semak setinggi pinggang orang dewasa, kelompok lain merapikan ranting dan rerumputan liar di bahu jalan, serta tim sisir membersihkan sampah plastik yang terselip di antara bebatuan.
Mereka menuntaskan target pembersihan sepanjang ruas yang selama ini dikeluhkan warga.
“Kita mulai dari titik yang jarak pandangnya paling sempit. Semak terlalu rapat, tikungan jadi berbahaya, apalagi kalau malam,” ujar Ruslan sambil menunjuk bekas potongan dahan di tepi jalan.
Jalan Bika memang bukan sekadar penghubung antardesa bagi warga Kapuas Hulu, ia urat nadi aktivitas pagi anak ke sekolah, petani ke ladang, hingga pedagang menuju pasar di Putussibau.
Kondisi semak yang dibiarkan tumbuh liar selama musim hujan terakhir membuat pengendara sepeda motor harus memperlambat laju, bahkan sesekali berhenti karena khawatir hewan kecil melintas tiba-tiba.Komandan Kodim 1206 Putussibau, Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, yang memantau laporan dari markas, menegaskan bahwa karya bakti ini bukan seremonial.
“Melalui gotong royong ini, kita ingin menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Jalan yang bersih dan rapi tentu akan memberikan kenyamanan serta meningkatkan keselamatan bagi para pengguna jalan,” katanya dalam pernyataan resmi.
Ia menambahkan, pembersihan semak di bahu jalan juga menutup celah potensi gangguan keamanan. Semak lebat kerap menjadi sarang ular atau tempat sampah menumpuk faktor yang secara tidak langsung memicu risiko kecelakaan dan penyakit.
“Dengan area yang kini terbuka, pandangan pengendara melebar, drainase di tepi jalan kembali terlihat, dan warga bisa merasakan perbedaan nyata rasa aman yang tumbuh dari detail sederhana, “ujar Dandim.
Ditambahkan Letkol Arm Andreas Prabowo Kodim 1206 Putussibau berencana menjadikan karya bakti semacam ini agenda rutin, bergilir ke ruas jalan dan desa lain di Kapuas Hulu.
“Harapannya jelas, lingkungan bersih, sehat, dan nyaman bukan sekadar slogan di spanduk, melainkan pengalaman sehari-hari yang dihidupi warga, “tegas Dandim.
“Dan di Jalan Bika hari ini, harapan itu mulai tampak, rapi terpotong bersama rumput liar yang berguguran, “imbuh Dandim.
Menjelang siang, badan-badan lapangan mulai dipenuhi keringat, baju hijau TNI kian gelap di bagian punggung.
Ruslan menengok kebelakang, memastikan timnya menyisakan ruang untuk foto dokumentasi sebelum rumput rata dengan tanah.
“Kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekompakan cerminan tema yang mereka usung Kompak Wujudkan Lingkungan Bersih, “kata penuh semangat menahan terik sinar matahari. (*)














