MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Sosok Tari, seorang tenaga P3K paruh waktu di Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, menjadi potret nyata dedikasi tanpa pamrih di tengah keterbatasan ekonomi.
Meski sehari-hari sibuk melayani urusan kesehatan warga, ia kini harus menghadapi kenyataan pahit kondisi rumahnya yang terancam roboh.
Keseharian Tari dihabiskan untuk membantu masyarakat Desa Jatimekar, mulai dari mendampingi pasien hingga mengurus administrasi BPJS. Namun, beban hidup yang dipikulnya tidaklah ringan.
Di rumahnya, ia merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa (ODGJ) sekaligus membiayai dua anak yatim piatu.
Kondisi ekonomi yang sulit membuat Tari tak mampu memperbaiki kediamannya yang kian rapuh.
Demi bertahan hidup dan menopang keluarga, ia bahkan sempat terjerat pinjaman bank.
Kisah perjuangan Tari sampai ke telinga Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein.
Pria yang akrab disapa Om Zein tersebut langsung meninjau lokasi untuk melihat kondisi rumah Tari secara langsung.
“Kami meminta Ibu Tari untuk sementara pindah ke tempat yang lebih aman. Pemerintah daerah akan segera membantu proses pembangunan kembali rumahnya agar layak huni,” ujar Om Zein saat kunjungannya.
Intervensi pemerintah ini menjadi angin segar bagi Tari. Meski dalam kondisi terjepit, ia mengaku tidak akan berhenti membantu sesama.
Langkah cepat Pemkab Purwakarta ini diharapkan dapat memberikan keamanan bagi keluarganya, sehingga ia bisa terus menjalankan misi kemanusiaannya di Desa Jatimekar.
Kisah Tari menjadi pengingat bagi publik bahwa ketulusan di tengah kesulitan tetap ada, dan kepedulian pemerintah menjadi kunci untuk menjaga api kebaikan tersebut tetap menyala.(*)














