Reporter : Rachmat
KAYUAGUNG, Mattanews.co – Polres Ogan Komering Ilir (OKI) mendeklarasikan zona integritas untuk menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Mapolres OKI, Senin (25/03/2019).
Langkah ini merupakan komitmen Polres OKI untuk membangun zona integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Diyakini, dengan pembangunan zona integritas diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.
“Pencanangan zona integritas ini merupakan sebagian dari pengawasan terhadap kinerja Polres OKI. Pasalnya, dengan pencanangan zona integritas ini dapat lebih mengawasi kinerja dari Polri khususnya di Polres OKI dari dalam dan dari luar,” ujar Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputra dihadapan petinggi Polres dan sejumlah lembaga penyelenggara negara lainnya.
Menurut Donni, meningkatnya pelayanan kepada masyarakat menjadi indikator keberhasilan deklarasi integritas. Ia mengatakan, sepenuhnya masyarakat mempunyai hak untuk menuntut pelayanan yang lebih baik.
“Polres OKI sendiri akan terus melaksanakan koordinasi jika ada anggota kami yang melakukan kegiatan di luar komitmen ketugasan. Kiranya bentuk pelanggaran dapat dilaporkan kepada kami,” jelasnya.
Selain pengawasan internal di masing-masing insitusi, Donni mengatakan, pentingnya peran aktif masyarakat sebagai pengawasan eksternal. Ia menyebutkan, pencanangan zona integritas perlu diketahui khalayak umum. Dilanjutkannya, dengan pelayanan ini, masyarakat dapat menilai kinerja sekaligus kehadiran Polres OKI dapat juga dirasakan oleh masyarakat sendiri.
“Himbauan Saya, penandatanganan bukan hanya formalitas semata, akan tetapi ini merupakan komitmen pelopor yang nantinya akan menularkan kepada anggota lainnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekda OKI, H Husin menuturkan, korupsi adalah suatu kejahatan kemanusiaan dan membawa ketidak adilan, serta menjauhkan bangsa dari kemakmuran.
“Untuk itu korupsi jadi musuh bersama. Melawan korupsi juga perlu keberanian diantaranya yaitu aksi pencegahan dan tindakan hukum yang tegas,” tuturnya.
“Selain itu, pencegahan juga tidak kalah penting dari penindakan. Karena sistem yang baik akan memperkecil peluang korupsi,” tandasnya.
Editor : Selfy














