POLITIK

Demokrat Gaet 13 Tokoh Muda, AHY: Masa Depan Indonesia Ada di Tangan Gen Z

×

Demokrat Gaet 13 Tokoh Muda, AHY: Masa Depan Indonesia Ada di Tangan Gen Z

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, SULBAR – Sebanyak 13 founder, investor, pengusaha, dan influencer muda resmi bergabung dengan Partai Demokrat. Kartu Tanda Anggota (KTA) diserahkan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam agenda The Grand Entrance: Seven Founders Future Leaders One Movement di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat.

Para tokoh muda yang bergabung antara lain Andry Hakim (Founder & CIO Stockwise), Vincent Liyanto (Founder Kungfu Pajak), Seiya Kawakami (Founder Kampus Saham), Andrian Wijaya (Founder Venture Wise), Aditya Chandra (Founderhttp://Propertypreneurs.id), Daniel Wiguna (Founder Vedara Capital/Sucor), Dennis Liuwinta, Andi Halid, Michael Gunawan, Edo Utama, Marshella Angelina, drg. Grady, dan Sayyid Assegaf.

AHY menyambut positif bergabungnya generasi muda dari berbagai latar belakang profesi tersebut. Ia menilai kehadiran mereka membawa energi dan idealisme baru bagi Partai Demokrat sekaligus memperkuat optimisme terhadap masa depan Indonesia.

“Kalau anak muda punya idealisme, saya menjadi semakin bersemangat, tetapi juga semakin optimistis, karena masa depan Indonesia akan semakin baik ketika semakin banyak Generasi Z yang punya spirit seperti teman-teman sekalian,” ujar AHY, Rabu (9/9/2026).

Menurut AHY, politik tidak semestinya dipandang semata-mata sebagai jalan untuk mendapatkan kekuasaan. Politik harus menjadi sarana untuk menghadirkan kebaikan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Tentu hadirnya kita di sini adalah untuk melakukan hal-hal yang baik, hal-hal yang mulia. Dan politik adalah jalan. Politik yang katanya tujuannya adalah mendapatkan kekuasaan, rasanya lebih dari sekadar itu,” tegasnya.

AHY juga menekankan pentingnya proses pembelajaran dan pembinaan bagi para kader muda. Ia mengapresiasi anggota baru yang meminta bimbingan dan ditempa dalam perjalanan politik.

AHY bercerita dirinya juga melalui proses panjang saat bertransformasi dari dunia militer ke politik. Ia meniti karier sekitar 20 tahun di TNI sebelum terjun ke politik.

“Juga digembleng. Juga ditempa. Juga saya belajar banyak, mencari mentor agar tidak salah jalan,” ujarnya.

Menurutnya, perjalanan politik membutuhkan ekosistem yang tepat agar seorang politisi tidak kehilangan arah. Lingkungan politik yang dibangun atas dasar idealisme dan cara-cara yang benar dapat melahirkan politisi yang bermanfaat bagi negara.

“Tetapi sebaliknya, kalau dalam ekosistem, dalam rumah, dalam keluarga yang punya idealisme dan punya cara yang baik dan benar untuk mencapai kemenangan, insyaallah bukan hanya menjadi politisi yang sukses, tetapi juga menjadi orang-orang yang semakin bermanfaat untuk negara ini,” tuturnya.

AHY mengaku terkesan mendengar testimoni para anggota baru yang mengenang masa kepemimpinan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, hal itu membanggakan karena sebagian dari mereka masih sangat muda ketika SBY memimpin.

“Mendengarkan itu dari anak muda yang mungkin ketika Pak SBY memimpin masih kecil, atau bahkan belum lahir, tetapi bisa menuturkan itu dengan baik, mengenang legacy, dan kembali merindukan hal-hal baik yang sungguh membahagiakan kami,” ujar AHY.

Ia mengajak para anggota baru menjadikan politik sebagai ruang untuk meneruskan hal-hal baik dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, AHY menegaskan Partai Demokrat adalah rumah bersama bagi seluruh kader untuk bertukar gagasan dan membangun masa depan.

“Ini rumah kita semuanya. You are most welcome untuk datang kapan saja. Berbagi pandangan, pikiran, belajar, dan juga mendapatkan pengalaman dari yang lainnya.” pungkasnya.

Penulis: Edo