MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Guna mengawal Pilkada serentak yang sebentar lagi akan dilaksanakan, Dewan Pers menggelar Workshop Peliputan Pemilu/Pilkada 2024, di Ballroom Hotel Aryaduta, Jalan POM IX Palembang, Sumsel, Kamis (2/5/2024).
Kegiatan dibuka langsung Ketua Dewan Pers, Dr Nining Rahayu, dengan dihadiri Keban Kesbangpol Sumsel, Dr H M Al Fajri Zabudi, Karo Ops Polda Sumsel, Kombes Pol M Anis Prasetio, Ketua KPID Palembang, Herfriadi, Divisi Teknis KPUD Sumsel, Handoko, Bawaslu Palembang, Rahmat Fauzi, serta anggota Dewan Pers, M Agung Dharmajaya, Totok Suryanto, Yadi Hendriana dan Atmaji Sapto Anggoro.
“Peranan jurnalis dalam Pilkada sangatlah penting. Dari itu, kawan-kawan jurnalis hendaknya bisa mengawal secara profesional, agar tetap pilkada tersebut berjalan kondusif, demokratis mungkin dan ada proses pemberdayaan publik melalui pemberitaan,” ungkap Ketua Dewan Pers, Dr Nining Rahayu, ketika dibincangi awak media.
Nining menjelaskan, dengan terselenggaranya Workshop Peliputan Pemilu/Pilkada 2024, berharap ada rekomendasi yang menjadi pegangan bersama.
“Dari itu Dewan Pers menghadirkan pihak KPU, Bawaslu, Pemda, Kepolisian, yang sama-sama menjadi garda terdepan dalam pemilu,” urai Nining.
Nining menambahkan, hendaknya seluruh masyarakat hendaknya menggunakan haknya dalam memilih.
“Kita ingin seluruh masyarakat dalam kontestasi Pemilukada bisa menggunakan haknya, bagaimana media dapat berfungsi meningkatkan partisipasi publik. Fungsi media disini dapat memberdayakan intelektual Publik dalam menjatuhkan pilihannya memilih bukan karena uang, kesenangan, intimidasi, tapi karena miliki intelektual yang utuh, berasal dari integritas calon dan mengajak partai politik dalam memberikan dukungan secara sehat,” ungkap Nining.
Nining mengingatkan agar KPU, Bawaslu, pihak terkait, baik Kepolisian dan TNI dapat memberikan informasi terbuka.
“Penting kita ingatkan KPU, Bawaslu agar memberikan informasi yang utuh kepada jurnalis, jika perlu informasi semua harus terbuka, baik instansi pemerintah, Polisi, TNI dan lainnya. Karena, kepercayaan masyarakat kepada media cukup tinggi,” tukasnya.














