Di Purwakarta, Ridwan Kamil Paparkan Slogan Hingga Capaian Turunkan Angka Kemiskinan

MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil biasa di panggil Kang Emil menuturkan bahwa tanah Jawa Barat memiliki tingkat kesuburan yang sangat luar biasa. Suburnya tanah Jabar ini dikarenakan wilayahnya memiliki banyak gunung berapi ya. Hal itu disampaikannya saat peresmian Pusat Distribusi Provinsi (PDP) di Purwakarta. Tepatnya di Jalan Sadang-Subang, Desa Cilandak, Kecamatan Cibatu, Rabu (25/01/2023).

Namun di balik kesuburannya, Emil mengatakan tidak menutup kemungkinan ada potensi kebencanaannya. Seperti yang telah terjadi di Kabupaten Cianjur dan wilayah lainnya.

“Jadi dalam hidup harus dengan ilmu. Anugrahnya kita olah jadi kesejahteraan, potensi kebencanaannya kita adaptasikan agar tidak me jadi bencana kemanusiaan,” kata orang nomor satu di Jabar itu.

Kemudian harus diketahui pula, hasil dari penelitian profesor dari india yang telah mengambil sampel tanah di jabar dan dibandingkan dengan seluruh tanah-tanah yang ada di dunia. Tanah di jabar memiliki tingkat kesuburan ke 10 di Dunia.

“Pada intinya kita akan menanam apa saja akan tumbuh subur di tanah Jabar ini,” kata Emil.

Gemah, Ripah, Repeh dan Rapih itu slogannya. Artinya Gemah memiliki arti makmur, ekonominya sekarang meningkat pesat, investasi rangking 1 lima kali berturut-turut, pertumbu ekonominya bagus.

Ripah Artinya subur, sedangkan arti Repeh adalah kondusif. Dimana tingkat kriminalitas dijawa barat yang berpenduduk 50 juta orang tingkat kriminalitasnya kurang lebih hanya 7000 per tahun lebih kecil dibandingkan dari wilayah lain. Hal tersebut tidak lepas dari pada pihak TNI-POLRI dan Kejaksaan.

Sedangkan Rapih saat ini Jabar tengah menyelesaikan satu persatu permbangunan setiap tahunnya. Salah satunya beberapa pembangunan seperti Masjid Al Jabar.

Bacaan Lainnya

“Jadi pada setiap tahunnya satu satu ada yang kita perbaiki. Jadi tidak lagi ada alasan, tidak bahagia tinggal di tempat yang Allah berikan keindahannya,” ujar Emil.

Seperti sebuah puisi yang menuliskan bahwa ‘Tanah Pasundan diciptakan saat tuhan tersenyum’.

Kemudian Emil melanjutkan, bahwa Jabar adalah satu-satunya provinsi yang memberikan Dana Desa (DD) secara maksimal. Per tahun sekitar 700 miliar disalurkan untuk DD.

“Pada 2018 dijabar masih ada desa tertinggal dan sangat tertinggal dan jumlahnya hampir mencapai angka 1000. Namun, berkat kerjasama dengan DPMD pada Desember 2022 saya proklamasi tidak ada lagi desa tertinggal dan sangat tertinggal di Jawa Barat,” tegas Emil.

Hal ini menunjukan bahwa program Jabar fokus pada kesejahteraan, fokus pada insklusifitas didesa-desa. Dan menghasilkan penurunan angka kemiskinan terbesar di Indonesia tahun 2022 yang diraih provinsi Jawa Barat.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait