Reporter : Nasir
BANYUASIN, Mattanews.co– Aksi demonstrasi di Desa Suka Mulya, Kecamatan Betung, Banyuasin, Sumatera Selatan(Sumsel) mengenai Bantuan Langsung Tunai (BLT), berujung ke rana pidana
Pasalnya, salah satu pendemo yaitu SG dilaporkan oleh TS, perangkat desa setempat ke Pihak Kepolisian, pada Jumat (29/5/2020).
Laporan tersebut lantaran diduga terlapor melakukan penganiayaan terhadap korban.
Tri Suci Hartato , selaku Kuasa Hukum TS mengatakan, pihaknya melaporkan kejadian dugaan penganiayaan terhadap kliennya Trio Sanuji ke Polsek Betung pada hari Sabtu (30/5/2020).
Dimana peristiwa yang menimpah kliennya terjadi pada Sabtu malam (23/5/2020) kemarin.
Kliennya mengalami luka memar di bagian leher, akibat cekikan tangan terlapor.
“Keterangan klien kami, pada saat dirinya menggunakan sepeda motor menuju jalan simpang afdeling Dusun 2 Desa, korban dipanggil terlapor dan korban menghentikan kendaraannya,” ucapnya, Minggu (31/5/2020).
Di sana terlapor memukul sepeda motor korban menggunakan rantai besi dan langsung memukul korban.
Kejadian tersebut sempat di lerai warga setempat.
Setelah memukul korban, terlapor memarahi korban mengenai Bantuan BLT, karena korban dianggap tidak adil dalam pembagian bantuan tersebut.
“Klien kami sudah mengalami penganiayaan oleh pelaku. Maka kami hadir ke Polsek untuk melaporkan kasus kekerasan ini ke pihak penegak hukum. Kami minta pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan proses hukum dan keadilan bagi masyarakat harus diutamakan,” katanya.
Apalagi, sambung dia, kejadian ini setelah kisruh unjuk rasa warga Desa Suka Mulya ke Kantor kades mengenai BLT.
Dua hal yang harus dipisah, persoalan BLT bisa di musyawarah dengan duduk bersama. Namun soal penganiayaan ini harus ditindak secara hukum.
Sementara TS mengatakan, dengan kejadian ini dirinya trauma dan merasa was – was. Karena keselamatan dirinya merasa terancam.
Pada saat kejadian, dia dibentak oleh pelaku yang erbicara soal bantuan BLT yang tidak tepat sasaran dan lain sebagainya.
“Soal bantuan mestinya bisa dibicarakan, saya hanya bertugas mencatat saja mas, soal bantuan itu. Peristiwa yang menimpanya setelah kejadian pelaku unjuk rasa di kantor Kades. Aku minta keadilan pak, keluarga aku terancam pak,” ujarnya.
Terpisah Kapolsek Betung AKP Totok Hernanto membenarkan adanya warga yang meĺapor dalam kasus penganiayaan tersebut.
“ Saat ini pelapor masih dimintai keterangan oleh penyidik. Kita panggil para saksi,” ungkapnya.
Editor : Nefri














