Reporter : Reza Fajri
PALEMBANG, Mattanews.co – Diduga Konsleting listrik, ratusan rarga lorong Serengam 1 dihebohkan oleh si jago merah yang membesar sehingga warga berhamburan keluar rumah untuk berjibaku memadamkan api yang membara tersebut, kejadian bertempat di Jalan Ki Gede Ing Suro, Kelurahan 32 ilir Kecamatan IB II, Palembang, sekira pukul 20.00 WIB, Kamis (06/08/2020) malam.
Pantauan dilapangan, ratusan warga sekirar bergotong royong menarik selang PBK untuk memadamkan api tersebut, mobil pemadam kebakaran terlihat sekitar 12 unit hanya mampu parkir di pinggir jalan dan tidak bisa masuk ke dalam lorong tersebut dikarenakan akses masuk kedalam lorong yang sempit dan hanya bisa dimasuki oleh kendaraan roda dua.
Berdasarkan Informasi yang didapat, asal api bermula dari dapur milik Yantok warga RT 37, sementara dugaan api tersebut berasal dari konsleting listrik. Diperkirakan 11 rumah terbakar, yakni rumah milik Mang abu, Dadah, bedeng Uji 4 pintu, rumah Yantok, Miang, Edi, Mustopa, Cek Mina, Topik, Mansyur
yang merupakan warga RT 9 dan RT 37, untuk sepeda motor diduga 4 unit hangus terbakar.
Saat ditemui di TKP, Hasan (70) mengatakan, awalnya dirinya sedang yasinan di depan rumah pinggir jalan, setelah itu ada laporan dari rumah tetangga yang sedang hajatan, dan memberi tau, bahwa didepan rumah anak saya Tomi Herlambang Ketua RT 09 telah terjadi Kebakaran.
“Pak Hasan lihat didepan rumah Tomi kebakaran didepan rumah anak kamu jadi saya langsung, disaat sampai dirumah api sudah membesar, tadi terdengar suara ledakan sebanyak 2 kali, mungkin ledakan tabung gas elpigi,” ungkap Hasan Orang tua Ketua RT 09.

Ditempat yang sama, warga setempat M Hauli Gentar (47) menambahkan, bahwa ada sekitar 10 rumah lebih yang terbakar sebab dibelakang masih banyak rumah yang juga ikut terbakar, serta pihaknya juga sempat mengeluh dan emosi dengan pihak pemadam kebakaran (PBK) kota Palembang.
Dikatakan Hauli, bahwa pihak PBK agak terlambat begitu datang air tidak maksimal, karena selang belum sampai di lokasi kebakaran airnya sudah habis. Sebab diantaranya petugas didepan sama lorong ini tidak ada konfirmasi, semestinya ada pengawalan yang petugas didalam dan diluar, seharusnya ada komando yang sigap.
“Pemerintah harus cermat, apalagi lorong Serengam ini lorong sempit padat penduduk, semestinya pihak Pemkot Palembang harus bekerja sama dengan Pihak PDAM untuk membuat pipa induk, begitu pihak PBK datang pipa Induk tersebut tinggal disambung saja, tidak perlu lagi bantuan mobil,” tegas Hauli saat di Wawancarai Mattanews.co di TKP Kebakaran.
Lanjut Hauli mengatakan, bahwa mobil PBK didepan hanya pameran saja, tidak ada manfaatnya bagi kami,” sesalnya.
“Seharusnya Pemerintah lebih memperhatikan masyarakat kecil seperti kami, khususnya pada masalah kebakaran saat ini dan di Didik benar-benar masalah ahli kebakaran tersebut,” tandasnya.
Editor : Nefri














