BERITA TERKINIHUKUM & KRIMINAL

Diduga Tersengat Listrik Saat Setrum Ikan, Pria Asal Lahat Tewas di Kolam Belakang Kios Buah

×

Diduga Tersengat Listrik Saat Setrum Ikan, Pria Asal Lahat Tewas di Kolam Belakang Kios Buah

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Seorang pria bernama Toni Fransisko (31) ditemukan tewas di dalam kolam belakang kios buah di Jalan Macan Lindungan, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. Diduga korban meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat menyetrum ikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui merupakan warga Desa Jaga Baya, Kecamatan Kikim Selatan, Kabupaten Lahat dan bekerja sebagai karyawan swasta.

Peristiwa tragis itu pertama kali diketahui oleh saksi Sela Oktariza (17), seorang pelajar yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Saat itu, Sela baru pulang dari sekolah dan hendak menjemur pakaian di balkon lantai dua rumahnya. Ia terkejut melihat sosok pria tergeletak di dalam kolam belakang kios buah.

Ditempat lokasi kejadian, Panit 2 Opsnal Reskrim Polsek Ilir Barat I Palembang, Ipda Feby Julian Pratama mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan informasi dari warga pada jam 16.00 WIB.

“Kami mendapat informasi adanya penemuan mayat, kami langsung menuju lokasi, kami langsung lakukan olah TKP, mengumpulkan saksi-saksi dan data dari mereka, mayat sudah dibungkus oleh warga, siap akan dikirim ke rumah duka di Kikim Selatan, Kabupaten Lahat, Sumsel,” ujarnya.

Feby juga mengatakan bahwa korban ini sebelumnya hendak mengambil ikan dengan alat setrum ikan rakitan dari bambu dan kabel listrik yang digunakan korban di kolam dibelakang ruko tempatnya tinggal tersebut.

“Korban ini hendak menyetrum ikan di kolam, kebetulan ada kolam ikan dibelakang, korban ini menggunakan kabel listrik lalu kabel itu terendam di kolam, lalu diduga korban langsung kesetrum di kolam tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan pernyataan dari pihak ibu korban, jenasah langsung dibawa ke rumah duka yang berada di Lahat, Sumatera Selatan.

“Ibu korban dan pihak keluarga yang disini membuat pernyataan untuk tidak dilakukannya otopsi, minta langsung dibawa ke daerah Kikim Selatan, Lahat, Sumsel,” tandasnya.