BERITA TERKINI

Dihantam Covid-19, Pemuda Ini Pertahankan Eksistensi Kripca Endol Makanan Ringan Khas Ciamis

×

Dihantam Covid-19, Pemuda Ini Pertahankan Eksistensi Kripca Endol Makanan Ringan Khas Ciamis

Sebarkan artikel ini
Agus Santoso (22) dan produk hasil olah UMKM miliknya, kripca 'Endol'
Agus Santoso (22) dan produk hasil olah UMKM miliknya, kripca 'Endol'

MATTANEWS.CO, CIAMIS – Pandemi Covid-19 dirasakan sangat berdampak pada sektor ekonomi. Dunia usaha mengalami tantangan yang sangat berat. Sebagian besar pekerja, menghadapi risiko kekurangan uang dan kehilangan pekerjaan dalam berbagai tingkatannya. Sektor ekonomi informal juga terpukul hebat. Jutaan petani di dunia, juga menghadapi situasi ekonomi yang berat dengan berkurang atau bahkan hilangnya penghasilan mereka.

Ada pula yang bertahan dengan alasan menjaga amanat usaha keluarga ataupun mempertahankan khas.

Seperti yang dilakukan oleh seorang pemuda asal Desa Sindangkasih, Ciamis, Jawa Barat yang dengan gigih perjuangkan usaha yang digelutinya.

Agus Santoso (22) adalah sosok di balik pemuda yang mempertahankan bisnis makanan ringan khas sindangkasih Ciamis berupa cemilan keripik pedas yang meski saat pandemi covid-19 melanda negeri.

Bukan semata materi, olahan cemilan keripik kaca (kripca) dengan merek dagang “Endol” yang ia gagas dengan mempekerjakan beberapa rekannya, ia geluti dengan secara maksimal. Ia merintis usaha ini sejak lama dengan bermodalkan keyakinan dan kegigihan.

Keripik tipis yang menyerupai kaca dengan balutan bumbu khas ia olah dengan penuh keseriusan, dengan mengedepankan cita rasa yang tinggi hingga menjadi khas di Ciamis.

“Omzet memang turun, tapi peminat tetap saja ada dan saya bertekat menekuni cemilan ini sampai kapanpun,” kata pemuda yang akrab disapa Bopeng ini saat diwawancara di tempat produksi yang ia miliki Sabtu (7/3/2021).

Bopeng yang kini aktif menggeluti usaha UMKM bersama rekan sejawatnya saat ini meski dihantam covid-19, ia tak kehabisan akal untuk memasarkan produk supaya tetap eksis di pasaran. Ia memanfaatkan media sosial sebagai media promosinya.

“Sekarang saya lebih memfokuskan pemasaran di media sosial seperti Instagram, facebook, dan media sosial lainnya. Lantaran dari segi biaya distribusi lebih ekonomis,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa di saat era covid-19, kreatifitas dan inovasi baru haruslah diciptakan. Mengigat arus kemajuan dan digitalisasi selalu menunjukan kearah pembaharuan.

“Intinya harus cepat beradaptasi dengan kemajuan zaman. Saya mengulik beberapa produk kripca saya supaya lebih menarik, dari mulai varian rasa, kemasan, dan cara pemasaran,” ungkapnya.

Ia pun berkomitmen tinggi dari sisi kualitas agar eksistensi dari usaha yang ia kelola, dapat bertahan di era covid-19.