NUSANTARAPENDIDIKAN

Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan Gelar Festival Tarian Gubang

×

Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan Gelar Festival Tarian Gubang

Sebarkan artikel ini

Reporter : Taufik

ASAHAN, SUMUT, Mattanews.co – Selain seni musik, seni tari adalah bagian dari pertunjukan Gubang. Kesenian ini berkembang di masyarakat Melayu Asahan, terutama nelayannya. Kata Gubang berasal dari kata ‘gebeng’ yang berarti perahu dalam bahasa Melayu dialek Asahan. Kata gebeng lama-lama berubah pengucapannya menjadi Gubang.

Berdasarkan legenda yang berkembang secara lisan, tarian Gubang muncul pada zaman Kerajaan Asahan dengan penguasanya yang bernama Raja Margolang. Suatu ketika beberapa nelayan berlayar ke lautan. Tiba-tiba mereka tidak dapat menjalankan perahunya di tengah laut karena ketiadaan embusan angin. Mereka kemudian berdoa kepada Tuhan untuk didatangkan angin agar perahu mereka bisa bergerak lagi.

Walaupun sudah menyanyikan lagu berjudul “Aloban Condong”, permohonan para nelayan belum juga terkabul. Mereka pun tidak menyerah dan mengganti nyanyian dengan lagu lain. Lagu “Didong” yang mereka nyanyikan membuat permintaan mereka terkabul. Embusan angin datang dan mulai mendorong perahu. Para nelayan akhirnya bisa melanjutkan pelayaran.

Ketika angin datang, para nelayan langsung bersorak-sorak, mereka meluapkan kegembiraan dengan melompat dan menari di perahu.

Selain itu, ada irama musik yang mengiringi tarian para nelayan itu dari suara dayung yang dihentak-hentakkan ke sisi perahu. Legenda ini mencetuskan penciptaan tari Gubang.

Tari Gubang merupakan tari tradisional Masyarakat Kabupaten Asahan, menjadi salah satu penerima sertifikat penetapan karya budaya Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) 2017, dari Kementerian Pendidikan Republik Indonesia yang diterima Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhajizah Marpaung di Gedung Kesenian Jakarta.

Untuk menjaga kelestarian tarian gubang tersebut Pemkab Asahan melalui Dinas Pendidikan bidang Kebudayaan Asahan mengadakan festival kesenian daerah tari Gubang dengan tema “Melalui Pelestarian Budaya Asahan Kita Perkenalkan Budaya Asahan Kepada Dunia”.

Lomba tarian Gubang yang diikuti oleh pelajar Sekolah Dasar dari 25 Kecamatan yang ada di Asahan diadakan di halaman Gedung Juang jalan Cokroaminoto Kisaran ini dimulia dari tanggal 19 November sampai dengan 21 November 2019.

Disela sela acara Kepala Dinas Pendidikan Asahan Drs Sofian M Pd yang didampingi Kepala Bidang Kebudayaan H Syamsuddin MSi mengatakan kepada awak media kedepannya kita akan buat Rekor MURI.

“Karena ini warisan leluhur dan Warisan Budaya Tak Benda milik Asahan kedepannya kita akan buat Rekor MURI dengan peserta lebih dari 20.000 penari dan melibat kan semua unsur,” ujar Sofian.

Sedangkan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Asahan H Syamsuddin MSi mengatakan kedepannya akan memasukkan tarian gubang kedalam kegiatan extrakurikuler.

Disamping itu Syamsuddin mengucapkan syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan kepada kita semangat melestarikan kearifan lokal tari gubang.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada pelatih tari gubang yang telah melatih tarian gubang kepada anak didiknya. Disamping trophy kita akan siapkan dana pembinaan buat para pemenang,” kata Syamsuddin.

Editor : Anang