BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPENDIDIKAN

Dinas Pendidikan Soroti Pelayanan MBG Yang Belum Merata di Fakfak

×

Dinas Pendidikan Soroti Pelayanan MBG Yang Belum Merata di Fakfak

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, FAKFAK – Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, Muhammad Tahir Patiran S.Sos.MM menyoroti pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum merata di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Muhammad Tahir meminta pengelola seperti Badan Gizi Nasional dan Dapur Umum Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dapat memperhatikan baik agar adanya pemerataan

“Saat ini terdapat 18 sampai 20 sekolah di Fakfak yang mendapatkan pelayanan MBG. Semua sekolah itu masi dalam kota,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/5/2025).

Menurutnya, Pelayanan MBG terhadap sekolah sekolah yang ada dalam kota saat ini sebaiknya dibatasi dulu, secara kasat mata, murid murid nya kesekolah dengan seragam lengkap dari kaki Hingga topi, diantar dengan mobil maupun kendaran roda dua, bukanya bermaksud agar mereka tidak diberikan MBG, melainkan soal pemerataan agar murid murid yang ada di Kampung Kampung bisa juga dilayani.

“Apa salahnya MBG juga diberikan kepada murid di Kampung Kampung yang secara kasat mata juga, terkadang kesekolah tanpa alasan kaki dan memeng sebuah buku tanpa tas,” ungkapnya.

“Saya kira mereka ini layak untuk menjadi perhatian,” sambungnya.

Muhammad Tahir menyampaikan, sebagai Dinas yang mempunyai murid, Kami meminta BGN dan dapur umum MBG harus berpikir baik agar pelayanan MBG juga diberikan terhadap anak anak yang ada di Kampung Kampung yang sekolahnya bisa dijangkau, seperti di Distrik Fakfak Timur, Timur Tengah, Fakfak Tengah, Fakfak Barat, Wartutin, Kramomongga, Kayauni dan Distrik Lainnya yang bisa di jangkau.

“Ini program negara, anak anak murid yang di Kampung Kampung itu adalah anak penerus bangsa ini,” ujarnya.

“Kami ke Kampung Kampung itu sering ditanyakan, Program MBG kapan bisa dirasakan oleh anak anak kami,” tambah Muhamad Patiran.

“Jangan sampai ini cuma asal programnya jalan tapi tidak menyentuh,” sambung Mohammad Patiran menirukan penyampaian wali murid di Kampung.

Dengan kondisi demikian, pihaknya menyarankan kepada BGN dan dapur Umum MBG agar sebaiknya membatasi sekolah sekolh dalam kota yang sudah tersentuh MBG dan fokus kepada sekolah sekolah di Kampung Kampung yang belum dilayani.