BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Dinilai Efektif, DLH Kota Malang Berlakukan Sistim Buka Tutup TPA Supit Urang

×

Dinilai Efektif, DLH Kota Malang Berlakukan Sistim Buka Tutup TPA Supit Urang

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KOTA MALANG – Pemberlakukan sistem buka tutup yang ada di TPA Supit Urang berjalan sangat efektif, hal itu berdasarkan dari evaluasi internal Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.

Hal tersebut dijelaskan secara langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Noer Rahman Wijaya mengungkapkan bahwa pihaknya sangat bersyukur karena sejauh ini banyak perubahan yang ada di TPA Supit Urang dan tidak ada lagi sampah sembarang yang masuk.

“Sistem buka tutup sangat efektif dampaknya. Khususnya di TPA sendiri secara pembebanan sudah bisa kita petakan, kemudian secara variannya juga sudah bisa kita di sterilkan lagi dan tidak kebobolan,” terang Rahman

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Noer Rahman menjelaskan bahwa setiap harinya rata-rata sampah yang masuk mencapai sekitar 30 ton. Angka tersebut berdasarkan kendaraan yang masuk pada jembatan timbang di TPA Supit Urang.

“Satu contoh sampah pasar, ini setiap harinya rata-rata 30 ton. Itu sudah bisa kita petakan, karena semua masuk pada jembatan timbang semua,” jelasnya.

Harapannya kedepan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang dengan pemetaan tersebut akan mengkalkulasi dan mulai menghitung besaran angka yang bisa dipungut atau retribusi. Sehingga hal itu akan membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang.

“Kedepan terkait dengan retribusi akan bisa maksimal. Jika sehari 30 ton, maka setahun tinggal dikalikan. Itu bisa sampai 9 miliar, hitungan gampangnya seperti itu. Karena 1 kilo menurut perda 1 tahun 2021 adalah 100 rupiah. Kalau diangkut oleh pemerintah 50 rupiah,” ujarnya, pada Jum’at (31/5/2024).

Rahman menerangkan bahwa pada tahun 2024, DLH Kota Malang sudah mulai merangkak dan menghasilkan Rp 18 miliar, dari PAD sebelumnya yang mencapai Rp 15 miliar.

“Sudah sangat besar sekali, kita setiap tahun bisa meningkat 1 sampai 2 miliar,” tutupnya.