MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Upaya memperkuat budaya hidup sehat terus digencarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung Provinsi Jawa Timur Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), gerakan bersih-bersih lingkungan atau “Dinkesta Resik-Resik Lingkungan” resmi digulirkan dan akan dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Puskesmas setiap hari Jumat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Dr. Desi Lusiana Wardhani, S.K.M., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto serta tindak lanjut kebijakan Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., dalam memperkuat budaya hidup bersih di lingkungan pelayanan kesehatan.
Menurut Desi, gerakan tersebut menjadi langkah konkret membangun lingkungan kerja yang sehat sekaligus mendorong kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan fasilitas kesehatan.
“Melalui kegiatan resik-resik lingkungan ini kami ingin menghadirkan ruang kerja yang nyaman dan sehat. Gerakan ini akan kami lakukan setiap hari Jumat bersama seluruh Puskesmas dan UPT Labkesda,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (6/3/2026).
Program tersebut juga merupakan bagian dari pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dilaksanakan di masing-masing Puskesmas. Aksi ini tidak sekadar kegiatan kebersihan rutin, tetapi juga menjadi upaya nyata membangun lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Desi menjelaskan bahwa gerakan ini sekaligus mendukung program nasional Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan kerja maupun masyarakat.
“Gerakan ini selaras dengan upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penerapan PHBS. Lingkungan yang bersih dan tertata akan berdampak langsung terhadap kualitas kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan bersih-bersih lingkungan juga menjadi bagian dari langkah pencegahan penyakit, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD) yang rawan meningkat saat musim hujan. Melalui gerakan ini, petugas kesehatan diimbau aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan metode 3M Plus.
“Upaya ini sangat penting terutama di musim penghujan seperti sekarang. Dengan gerakan bersih lingkungan dan 3M Plus, kita bisa menekan potensi berkembangnya nyamuk penyebab DBD,” tambahnya.
Gerakan Dinkesta Resik-Resik Lingkungan hari ini dilaksanakan secara serentak oleh 32 Puskesmas di Kabupaten Tulungagung bersama UPT Labkesda, sehingga diharapkan mampu menjadi contoh nyata bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan konsistensi pelaksanaan setiap pekan, Dinas Kesehatan Tulungagung optimistis gerakan ini tidak hanya menciptakan fasilitas kesehatan yang bersih dan nyaman, tetapi juga menumbuhkan budaya hidup sehat yang berkelanjutan di tengah masyarakat.














