MATTANEWS.CO, SULBAR,– Maraknya pengamen, pengemis dan anak terlantar yang ada dalam kota Mamuju mendapat perhatian serius dari kepala bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial dan Kelembagaan (Rehsos) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mamuju.
Di temui di kantornya, kamis (24/6/2021) Kabid Rehsos Dinsos Mamuju, Mohtar Ali, SE.MSi kepada media ini mengatakan. “Salah satu langka, metode dalam hal penanganan pengamen, pengemis, anak terlantar dan orang mengalami gangguan jiwa yang ada di Mamuju ini, kita lakukan edukasi humanis dan memuliakan hatinya. Kalau hati sudah terpanggil dengan kebaikan-kebaikan Insya Allah akan berubah,” ucap kabid Rehsos Dinsos Mamuju Mohtar Ali.
Dia mengatakan bahwa Pemerintah Dalam hal ini ada beberapa OPD di dalamnya yang mestinya duduk bersama mengambil langka-langka dalam hal penanganan pengamen, pengemis, anak terlantar dan orang mengalami gangguan jiwa yang masi di temukan di jalan.
“Saya pernah bertemu komunitas pengamen ini di salahsatu warung bakso yang ada di kota mamuju, waktu itu saya ajak makan, saya teraktir makan bakso anak-anak ini pakai uang pribadi sambil berdiskusi terkait kebiasaannya pergi ngamen di tempat-tempat keramaian.
“Ternyata mereka ini turun kejalan bukan karena faktor ekonomi tetapi sebagian dari mereka ini pemicunya adalah karena ada masalah pribadi, seperti keretakan rumah tangganya, ada juga penyebabnya karena masalah asmara atau kata lain putus dengan pacarnya,” ujar kabid Rehsos.
Kemudian lanjutnya,untuk penanganan anak terlantar, pengemis dan orang yang mengalami gangguan jiwa ini, memang di butuhkan penanganan secara serius dan kerjasama oleh OPD terkait.
“Jadi terkait hal yang di atas mestinya kita harus duduk bersama, jangan dinas sosial saja karena ada juga dinas pemberdayaan perempuan yang di sana ada bagian-bagian dalam penanganan pembinaan anak. Bisa juga fokusnya lagi ke Satpol PP karena dia adalah penegak perda. Dinas Sosial memberikan layanan administrasi. Sarana dan prasarana serta Dana yang cukup untuk memberikan layanan,” katanya.
Selain itu kabid Rehsos Dinsos Mamuju ini mengungkapkan bahwa dengan keterbatasan anggaran bukan berarti menjadi penghalang untuk tidak bergerak menjalankan tupoksi masing-masing.
“Dinas sosial meski keterbatasan anggaran, akan tetapi kami selalu siap memberikan respon serius dalam hal pelayanan sosial karna memang itu tugas pokok dinas sosial. Kabupaten Mamuju ini kita harapkan bersama jauh lebih baik dari sebelumnya jadi tidak ada alasan untuk tidak bekerja maksimal dalam hal pelayanan publik dalam rangka mewujudkan program-program pemkab Mamuju yaitu Mamuju KEREN,” pungkasnya.














