MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Tulungagung Aminuddin menanggapi terkait sentilan pengusaha muda menggantungkan proyek pada Pemerintah kabupaten.
Hal itu diungkapkan usai pelantikan BPC HIPMI Tulungagung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Jawa Timur Rois Sunandar Maming di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso, Jum’at (14/1/2022).
“Jadi begini, kita bukan sebagai pengusaha yang membawa proposal bergantung dari Pemkab Tulungagung, mohon maaf tidak demikian seperti harapan dari Pak Ketum BPD Jawa Timur,” kata Amin menegaskan.
“Namun demikian, HIPMI Tulungagung mampu melakukan kreasi dan inovasi usaha mandiri wujud kolaborasi kita terhadap rekan-rekan kemudian dari HIPMI BPD Jatim itu,” imbuhnya.
Ia menambahkan, pihaknya mengakui era pandemi hampir berjalan kurun dua tahun ini para pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI mengalami sangat terpukul namun masih bertahan.
Menurut Dia, rekan-rekan pengusaha muda ini bagi siapa yang bisa melewati masa-masa sulit tersebut sebagai pemenang.
“Kuncinya sering komunikasi, kolaborasi bersama rekan-rekan mencari solusi setiap permasalahan yang ada, makanya saya katakan mampu bertahan berarti itu pemenangnya,” tambahnya.
Saat ini pandemi Covid-19 masih ada, lebih lanjut Amin menghimbau kepada anggotanya agar tetap menggunakan masker jika keluar rumah dan tetap berdisiplin protokoler kesehatan.
Dengan kriteria Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 di Kabupaten Tulungagung sudah saatnya melakukan inovasi dan kreativitas berkontribusi membuka lapangan kerja.
“Iya benar, kita akui selama ini Pemkab Tulungagung sudah banyak berikan kelonggaran, dengan demikian mari kita sambut dengan inovasi dan bukti nyata dengan tetap patuh prokes dan mewaspadai adanya varian Omicron,” harapnya.
Lebih dalam Amin memaparkan, usai pelantikan ini sesuai petunjuk dari Ketum BPD HIPMI Jatim melakukan akselerasi aksi program melalui terobosan segala bentuk usaha yang dikemas dalam bentuk business matching.
Selain itu, akan melakukan koordinasi bersama kepengurusan baru dilantik dalam pendataan anggota HIPMI Tulungagung.
“Iya benar, dengan business matching itu Beliau (Ketua Umum BPD HIPMI Jatim.red) mempertemukan kita dikancah provinsi. Maka diinstruksikan agar tidak terlalu membuat program sehingga tetap bersinergi dengan program Jawa Timur,” paparnya.
“Untuk anggota saat ini ada seratusan lebih, siapa saja bisa masuk menjadi anggota HIPMI asalkan rekan-rekan bergerak bidang IKM, UMKM, dan paling penting kriteria usia sampai 40 tahun memiliki legal formal dari usaha tersebut,” pungkas Ketua Umum BPC HIPMI Tulungagung itu.














